by

Minta Ringankan Hukuman Oknum Penyebar Foto Bugil

Kuasa hukum terdakwa yang dijerat dalam kasus tindak pidana penyebar foto bugil wanita, akan meminta kepada majelis hakim agar memvonis ringan kliennya. Sebab, hukuman yang diancam Jaksa Penuntut Umum Kejati Maluku di persidangan Pengadilan Negeri Ambon, terhadap terdakwa Hermanus Groda dianggap terlalu berat
“Dalam pledoi akan kita minta keringanan hukuman. Sidangnya rencana pekan depan ini,” ujar kuasa hukum terdakwa, Robert Lesnussa kepada Beritakota Ambon Minggu kemarin.

Kata dia, sesuai fakta sidang, terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya. Terdakwa juga berjanji tidak mengulagi lagi tindak pidana tak terpuji itu.

“Pada prinsipnya kita minta agar majelis hakim yang mulia agar meringankan hukuman terdakwa. Sebab,terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya di persidangan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Nasib Hermanto Hermanus Groda kini diujung tanduk. Pria 30 tahun asal Flores Adonara provinsi NTT ini diancam jaksa penuntut umum Kejati Maluku dengan pidana penjara selama 4 tahun, akibat perbuatannya menyebar foto bugil wanita di media sosial (medsos).

Ancaman hukuman jaksa penuntut umum, Rozali Afifudin ini dibacakan dihadapan ketua majelis hakim Orpa Cs. Sidang dihadiri kuasa hukum terdakwa Robert Lesnusa, di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis, (20/5).

Dalam amar tuntutan JPU mengatakan, terdakwa terbukti menguasai akun Sosmed FB milik korban FA dan mengirimkan sejumlah foto dan video pornografi milik korban yang sebelumnya terdakwa minta dengan ancaman dan kemudian dikirim lagi kepada sejumlah kerabat dekat korban.

JPU juga menyatakan, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) undang undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 64 ayat (1) KUHP, tentang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentansimisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut.

“Meminta Hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun perjara terhadap terdakwa dipotong masa tahanan serta memerintahkan terdakwa tetap ditahan, ditambah denda sebesar Rp.100.000.000 sebsider dua bulan kurungan,”pungkas JPU.

Sebelumnya, Akibat salah mengunakan media sosial Hermanto Hermanus Groda akhirnya diciduk personel Ditrsekrimsus Polda Maluku di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kasus pria 30 tahun asal Flores Adonara ini terbilang unik, lantaran dirinya berhasil mengelabui lima wanita asal Ambon yang baru dikenalnya lewat medsos untuk mengirim foto bugil para korban. Kemudian foto bugil tersebut digunakan tersangka sebagai senjata untuk mengancam korbannya.
“Terdakwa melaksanakan aksi lewat FB miliknya, posisi terdakwa di NTT sementara para korban ini warga Ambon. Modus yang digunakan terdakwa untuk mengelabui korbannya adalah dengan melakukan chat dengan para korban melalui akun massanger facebook miliknya, kemudian terdakwa menjanjikan akan berikan sejumlah uang apabila korban membuat dan mengirim foto maupun video asusila/pornografi sesuai yang diiinginkan oleh terdakwa.

Tak puas hanya meminta foto bugil korban, terdakwa juga meminta para korbannya untuk mencari lawan untuk berhubungan intim, kemudian merekam aksi tersebut yang selanjutnya video asusila para korban dikirim kepada terdakwa kemudian meminta para korbannya untuk memberikan hak akses ke akun facebook pelapor untuk diambil alih atau membajak akun korban dan digunakan sebagai testimony untuk mengelabui dan meyakinkan korban selanjutnya
“Setelah terdakwa mendapat video dan foto yang dia mau, terdakwa bajak akun korban digunakan untuk menunjukkan seolah-olah akun korban telah dikirimi sejumlah uang karena telah mengirim foto maupun video tersebut seolah-olah percakapan maupun bukti transfer pada akun massanger facebook para korban,” ujar JPU.(SAD)

Comment