by

Minta Ringankan Hukuman Pria Bejat

Ambon, BKA- Johanis Laorens Watloly alias Igel terdakwa kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur meminta kepada majelis hakim agar meringankan hukumannya.
Hal ini disampaikan langsung kuasa hukum terdakwa, Peny Tupan dalam sidang pledoi yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu kemarin.

Warga yang bermukim di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon ini menganggap ancaman JPU terhadap dirinya dengan penjara 8 Tahun terlalu tinggi sehingga meminta agar ringankan hukuman terdakwa.

“Terdakwa berlaku sopan di persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya dan terdakwa masih muda,” ungkap Tupan dalam berkas pledoinya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Pemuda cabul yang tinggal Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Johanis Laorens Watloly alias Igel, terancam delapan (8) tahun penjara karena melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 8 tahun penjara dikurangi selama berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata JPU Chaterina Lesbata dalam persidangan di PN Ambon, Jumat (27/11).

Jaksa menyebut, perbuatan terdakwa dapat mempengaruhi perkembangan jiwa korban dan perbuatan terdakwa mengakibatkan korban serta keluarganya malu.

Pria 45 Tahun ini juga terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) UU.RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo pasal 64 ayat (1) KUHPIdana.

Dalam dakwaan jaksa menyebutkan, kejadian terjadi pada tanggal 22 Januari 2020 di rumah terdakwa di Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Terdakwa memaksa anak yang masih berusia 16 tahun untuk melakukan persetubuhan dengannya.

Dia melakukan aksi bejatnya saat melihat korban yang saat itu sementara tidur di dalam kamar rumah milik terdakwa.

Terdakwa sempat melancarkan aksinya untuk kedua kali namun korban langsung berlari ke rumah saudaranya dan menceritakan semuanya. Akhirnya kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (SAD)

Comment