by

Mitan Akan Diganti Gas

Ambon, BKA- Masyarakat Kota Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, masih mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah (Mitan) hingga 2 Februari 2021 lalu.

Akibat kesulitan mendapatkan BBM tersebut, puluhan konsumen rumah tangga terpaksa mengantri berjam-jam, untuk mendapatkan lima liter Mitan per orang.

Kelangkaan Mitan di ibukota kabupaten yang terkenal sebagai penghasil Minyak Kayu Putih ini terjadi sejak akhir 2020 lalu.

Walaupun langka, namun harga Mitan per liter masih tergolong standar. Untuk tingkat agen resmi, harga minyak tanah hanya Rp 5 ribu per liter.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Buru, Ramly Umasugi, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Buru telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, terkait kelangkaan minyak tanah di Kota Namlea.

“Sudah koordinasi dengan Pertamina. Saat ini, ada rencana Pertamina untuk mengurangi minyak tanah secara perlahan-lahan dan digantikan dengan penggunaan tabung gas. Tapi mungkin belum terlalu siap,” kata Ramly, kepada BeritaKota Ambon, Rabu (3/2).

Walaupun telah direncanakan akan diganti dengan tabung gas, tetapi kondisi saat ini masyarakat di Kota Namlea masih membutuhkan minyak tanah.

Untuk itu, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku ini menjelaskan, seharusnya Pertamina memahami kondisi masyarakat Namlea saat ini.

Selain itu, jika ada rencana Pertamina mengganti Mitan dengan Gas sebagai solusi mengatasi masalah tersebut, seharusnya Pertamina sudah mempersiapkan stasion pengisian Gas di Kota Namlea.

“Itu harus dipahami juga oleh Pertamina, mungkin pengurangan, tapi tidak terlalu besar. Step by step minyak tanah dalam proses dihabiskan. Solusinya pertamina sudah musti bangun stasion pengisian Gas lebih banyak dan murah, sehingga masyarakat kecil juga menikmati,” pungkasnya. (MSR)

Comment