by

Mitan Langka, Pertamina Bakal Dipanggil Lagi

Ambon, BKA- Setelah kota Ambon dan wilayah sekitar yang mengalami kelangkaan minyak tanah (mitan), giliran masyarakat Pulau Buru yang kesulitan mendapatkan BBM jenis mitan. DPRD Kabupaten Buru, akan segera memanggil pihak Pertamina mempertanyakan kondisi tersebut.

Pantauan koran ini, di Kota Namlea, kabupaten Buru, masyarakat harus mengantri dengan jerigen agar kebagian jatah pengisian mitan. Sebab, pasokan mitan diduga semakin menipis dan sulit untuk ditemui.

Anggota Komisi A DPRD Buru, Muhammad Waikabu mengatakan, kelangkaan miyak tanah domain kerja dari Komisi A dalam pengawasan. Untuk itu, pihaknya akan memanggil Pertamina dalam waktu dekat.

“Ini kan wilayah domainnya kita di Komisi A, dan kita sudah pernah memanggil. Tapi kita akan kembali memanggil Pertamina untuk menjelaskan. Karena minyak tanah adalah bagian dari suatu kebutuhan dan tidak pernah dipisahkan terhadap sumber kehidupan kita sehari-hari, kapanpun miyak tanah itu dibutuhkan,” tandas Waikabu, saat ditemui koran ini, Kamis (21/1).

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Buru ini menilai, kelangkaan miyak tanah hingga kini masih terjadi. Dan diduga, ada oknum yang sengaja melakukan penimbunan untuk mencari keuntungan. Sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan pengawasan ketat.

“Kita melihat kondisi yang ada sekarang sebenarnya barang-barang ini ada, sengaja tengkulak-tengkulak yang bermain. Tapi ya, yang terjadi sekarang ini pengawasan ketat yang dilakukan. Sehingga masyarakat mau keluarkan barang itu untuk menjual minyak tanah itu, dia merasa ada rasa ketakutan saja. Karena mereka juga dalam situasi seperti begini, mereka mau ambil keuntungan yang besar sebenarnya,” duganya.

Anggota DPRD 4 periode ini berharap, Pertamina lebih transparan dengan kondisi yang ada, demi memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita berharap bahwa dari pihak Pertamina harus memberikan keterbukaan sehingga kebutuhan yang dilakukan itu bisa terpenuhi. Karena masyarakat cuman mengharapkan itu,” pintanya.

Pria yang akrab disapa Yola ini menambahkan, pihak Pertamina harus melihat persoalan ini dengan serius, agar apa yang dibutukan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kadang-kadang kita mau arahkan ke sistem gas, tapi cara pemakainnya masyarakat juga belum paham sehingga dampak resikonya besar,” pungkasnya. (MSR)

Comment