by

Muin: Imbauan Mengatasnamakan BRI Itu Hoaks

Ambon, BKA- Belakangan ini tersebarnya imbauan yang mengatasnamakan BRI soal Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), yang menyebutkan kalau akan ada tim survei untuk mengecek penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Bila ada penerima BPUM yang ketahuan tidak memiliki usaha atau dagangan, bantuan BPUM yang diterima akan dihitung sebagai pinjaman.

Terkait hal itu, Pimpinan Kantor BRI Cabang Ambon, Abdul Muin, menegaskan, kalau imbauan yang mengatasnamakan BRI itu adalah hoaks. Karena BRI tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi seperti informasi yang saat ini beredar di tengah masyarakat.


“Kami tidak mengeluarkan himbauan apapun seperti yang beredar saat ini.
Penerima BPUM hanya diminta menandatangani dua dokumen, ketika melakukan pencairan. Saat ini prosesnya terus berjalan,” tegas Muin, saat dikonfirmasi Beritakota Ambon, Senin (23/11).

Berdasarkan pantauan koran ini, beberapa akun Facebook sejak akhir Oktober lalu membagikan imbauan dari BRI tersebut, untuk mengingatkan penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta untuk berhati-hati.

Sebab tim survei akan diturunkan ke lapangan untuk mengecek penerima BPUM. Bila didapati penerima BPUM tidak memiliki usaha atau dagangan, maka nilai bantuan BPUM akan dimasukkan sebagai pinjaman.

“Himbauan dari bank BRI Buat yang dapat bantuan BPUM sebesar Rp2,4 juta, tapi diketahui tidak memiliki usaha atau tidak memiliki dagangan maka hati-hati.
Suatu saat nanti akan ada tim survei yang akan turun kelapangan dan jika ada penerima bantuan tersebut diketahui tidak memiliki dagangan tapi mendapatkan bantuan BPUM ini maka bantuan tersebut akan masuk kedalam pinjaman yang harus dikembalikan. Kecuali jika benar memiliki usaha atau dagangan, maka BPUM ini mutlak bantuan bukan pinjaman. Ttd
Bank BRI,” bunyi imbauan dalam status Facebook.

Muin menjelaskan, pendaftaran BLT UMKM atau yang lebih dikenal dengan Banpres Produktif atau BPUM dibuka hingga akhir November 2020. Bantuan tersebut merupakan bantuan yang diberikan kepada para pelaku usaha kecil menengah mikro (UMKM) di Indonesia.

“Besarannya Rp 2,4 juta dan diberikan dalam sekali pencairan. Kuota penerima yang disediakan sebanyak 3 juta orang. Sampai dengan Oktober 2020, tercatat untuk wilayah kerja cabang Ambon, yakni, Kota Ambon, Buru, Buru Selatan dan sebagian Maluku Tengah ada 18.225 penerima. Harapannya, bantuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk kelangsungan usaha, pengembangan usaha dan penyelamatan usaha,” pungkasnya. (KJH)

Comment