by

Musrenbang Kecamatan Lilialy Digelar di Jikumerasa

Ambon, BKA- Desa Jikumerasa menjadi tuan rumah pelaksanaan Musrembang Kecamatan Lilialy, yang di gelar pada 15 Februari lalu.

Musrembang yang digelar di Aula Desa Jikumerasa itu dilaksanakan untuk menetapkan program pembangunan Kecamatan Lilialy, untuk tahun 2022 mendatang.

Camat Lilialy, Mohamad Nasir Waiulung, menjelaskan, Musrenbang tingkat kecamatan merupakan tahapan Musrenbang kedua, setelah dilaksanakan Musrenbang pada tingkat desa atau kelurahan.

Pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan ini dilakukan untuk menjaring aspirasi masyarakat, terkait kebutuhan pembangunan di setiap desa. Sehingga pelaksanaan pembangunan daerah, akan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Apa pun yang menjadi usulan kegiatan ditingkat desa, akan diverifikasi kembali terkait dengan kelayakan usulan, baik secara teknis maupun jenis kewenangan. Hasilnya akan dibawa ke Musrenbang kabupaten, provinsi hingga ke pusat, untuk dianggarkan pada APBD I, APBD II, maupun APBN.

Untuk itu, pada pelaskanaan Musrembang Kecamatan Lilialy tersebut turut dihadiri oleh Ketua fraksi Golkar DPRD Kabupaten Buru, Fandi Umasugi, perwakilan Bappeda Buru, Iskandar Mahulau, Tenaga Ahli KPPPMD Yayat Hidayat, serta para stakeholder yang berkepentingan dalam pembangunan ditingkat kecamatan, serta seluruh perwakilan disetiap desa yang ada di Kecamatan Lilialy.


Menurut Nasir, pada pelaksanaan Musrembang tersebut berhasil menetapkan beberap sub bidang, diantaranya, bidang peternakan, bidang pertanian, serta pariwisata.

“Untuk Musrenbang kecamatan itu kan penetapan untuk pembangunan tahun 2022. Jadi usulan dari setiap desa itu kami bawa ke Musrenbang Kabupaten lewat APBD I, APBD II, sampai APBN,” kata Nasir, kepada BeritaKota Ambon, Senin (22/2).

Lanjutnya, semua usulan berdasarkan kebutuhan pembangunan desa, namun tidak mampu diakomodir oleh Dana Desa, akan dilakukan verifikasi dan sudah disahkan oleh tim. Sehingga dapat dibawa ke tingkat kabupaten maupun provinsi.

Karena itu, Pemerintah Kecamatan Lilialy mengupayakan semua usulan yang sudah diverifikasi dan disetujui, bisa masuk dalam Rancangan APBD I dan APBD II.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Buru maupun Pemerintah Provinsi Maluku, bisa mengakomodir semua usulan pemerintah desa. Karena semua itu merupakan prioritas, terutama di bidang pariwisata. “Memang secara letak geografis, Kecamatan Lilialy merupakan pusat pariwisata di Kabupaten Buru,” terang Nasir.

Pengembangan pariwisata dan pembangunan infrastruktur, katanya, menjadi penting untuk dilakukan untuk meningkatkan roda ekonomi, baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

“Harapannya, apa yang diusulkan ini bisa menjadi sebuah yang harus diprioritaskan,” pungkasnya.(MG-1).

Comment