by

Nahkoda KM Cantika Lestari 99 Tersangka

Dugaan Penipuan Rapid Test

Ambon, BKA-Pengusutan kasus dugaan tindak pidana penipuan, terkait pembuatan surat rapid test palsu akhirnya membuahkan hasil. Polsek KPYS Ambon, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, berhasil menetapkan Nahkoda KM Cantika Lestari 99 inisial IS (58), dan rekannya Viona M,(31) sebagai tersangka.

Penetapan dua tersangka ini, setelah penyidik Unit Reskrim Polsek KPYS berhasil mengantongi dua alat bukti.

Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Richard Matthew Gurning mengaku, penetapan dua tersangka tersebut karena penyidik menemukan tindak pidana dalam pembuatan surat Rapid Test Palsu. Modus operandi yang dilakukan, tersangka Viona yang berprofesi sebagai mantan perawat itu, kemudian bekerjasama dengan IS untuk membuat surat rapid test palsu pelaku perjalanan.

“Surat rapid palsu yang dibuat itu berjumlah 14 orang, dengan rincian 13 orang ABK dan Narkoda. Dengan membayar kepada tersangka Viona sebesar Rp 700 ribu untuk keseluruhan surat rapid test palsu tersebut. Surat ini dibuat sebagai syarat berlayar untuk mencegah penularan Virus Corona di tengah masyarakat,” ungkap Richard, saat dihubungi koran ini, Minggu (14/9).

Perwira dengan dua balok emas di pundaknya itu menilai, penetapan tersangka oleh penyidik setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk tiga dokter dari Rumah Sakit GPM, serta saksi pelapor.

“Sedangkan untuk para ABK, penyidik memeriksa mereka dengan hanya mengambil sampel atau perwakilan. Karena keseluruhan ABK tidak mengetahui surat rapid test dimaksud. Kemudian setelah dirampungkan sejumlah alat bukti, bukti menguat untuk digelar perkara. Kemudian di tetapkan kedua oknum itu sebagai tersangka,” tandasnya.

Menurut dia, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang Membuat Surat Palsu/Memalsukan Surat.
“Bahkan berkas kedua tersangka ini pun sudah persiapan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon. Untuk diteliti lebih lanjut, demi kepentingan persidangan di Pengadilan Negeri Ambon,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Richard Matthew Gurning mengatakan, laporan terkait surat rapid test palsu, saat ini sudah ditangani pihaknya bersama anggota. Dari 14 orang tersebut, satu orang nahkoda, sedangkan 13 orang lainnya merupakan ABK.

Dituturkan, meskipun Kapal bersama dengan para terlapor yakni 13 ABK dan satu Nahkoda sudah berangkat ke MBD, namun setelah kembali, penyidik kembali melakukan pemeriksaan lanjut terkait Laporan Polisi (LP) yang dimasukan pihak pelapor dari Karantina Kesehatan Pelabuhan ke Polsek KPYS.

“Jadi nanti Kapal kembali ke Ambon, baru kita panggil mereka untuk diperiksa lagi. Karena sudah kita sepakati hal itu, bersama pihak perusahan yang punya kapal dengan membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Ia juga mengaku, 14 orang terlapor itu, dari data permulaan yang diterima, mereka bukan pelaku pembuat surat rapid test paslu. Tapi ada orang tertentu yang terlibat dalam pembuatan dokumen palsu dimaksud.

Berdasarkan data koran ini, kapal Cantika Lestari 99 milik PT Pelayaran Dharma Indah, berangkat pada Kamis (20/8), dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menuju ke MBD. Namun pihak Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan, meminta untuk ditunda esok harinya, Jumat (21/8) baru diberangkatkan dengan kapal tersebut.

Temuan surat yang terindikasi palsu saat ini, petugas kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan melakukan pemeriksaan syarat administrasi bagi pelaku perjalanan yang akan menggunakan jasa KM Cantika Lestari 99.

Saat memeriksa administrasi milik 14 ABK, petugas melihat kejanggalan dalam surat keterangan rapid test tersebut. Petugas menaruh curiga, bahwa surat yang diserahkan itu adalah palsu. Sebab, dalam surat tersebut tidak ada stempel RS Sumber Hidup, sebagai pihak yang mengeluarkan surat tersebut pada petugas yang menandatangani surat itu.

Temuan surat yang diduga palsu ini kemudian dilaporkan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan ke pihak Polsek KPYS Ambon.

Saat menerima laporan tersebut, Kapolsek KPYS Ambon Iptu Richard Matthew Gurning langsung memerintahkan personil Reskrim untuk melakukan pengecekan. Saat personil Polsek KPYS mengkonfirmasi RS Sumber Hidup, ternyata benar. Pihak RS Sumber Hidup mengaku, tidak pernah menerbitkan surat keterangan rapid test tersebut kepada para ABK KM Cantika Lestari.

Hal ini dibuktikan dengan nama-nama para ABK yang tidak ada pada buku registrasi medik laboratorium RS Sumber Hidup. (SAD)

 

Comment