by

Nasib Pegawai Kontrak Diujung Suntik

Nasib pegawai kontrak lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diujung suntik. Upah mereka akan dibayarkan, jika telah mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang sementara dilakukan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Benny Sellano, mengatakan, bagi pegawai kontrak yang terkesan menolak disuntik vaksin Covid-19, maka hak-haknya tidak akan diberikan.

Vaksinasi Covid-19 wajib diikuti seluruh pegawai Pemkot Ambon, baik ASN maupun pegawai kontrak. Hal itu untuk meminimalisir angka penularan Covid-19.

“Selain itu, seluruh pegawai menjadi contoh kepada masyarakat. Sehingga masyarakat percaya dan mau melakukan vaksinasi,” ungkap Sellano, Kamis (27/5).

Bahkan untuk mendukung hal itu, Pemkot Ambon telah mengeluarkan surat resmi bagi seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar seluruh pegawai wajib untuk mengikuti program vaksinasi.

Selain itu, seluruh pimpinan OPD agar menyampaikan nama pegawai yang sudah dan belum vaksin Covid-19.

Jika ada pegawai yang tidak mau divaksin, lanjut Sellano, harus diserta dengan alasan yang mendasar. Seperti memiliki surat keterangan dokter atau keterangan hasil skrining, yang menyatakan pegawai tersebut tidak bisa menerima vaksin.

Ancaman tersebut, tambahnya, bukan hanya bagi pegawai kontrak, namun juga bagi ASN dilingkup Pemkot Ambon.

“Sudah menginstruksikan, ASN yang tidak mengikuti vaksin, itu tidak akan dibayarkan TPP (Tunjangan Pelayanan Publik),” tegas Sellano. (IAN)

Comment