by

Negeri Passo Gelar Musneg

Ambon, BKA- Pemerintah Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, gelar Musyawarah Negeri (Musneg) untuk mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan oleh pihak desa ditahun 2020. Dalam musyawarah itu juga, menetapkan kegiatan desa yang sudah disepakati dan akan dilaksanakan dengan dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBD).

Kegiatan yang dihadiri Saniri Negeri Passo beserta Penjabat dan staf Negeri Passo, Kepala Dinas DP3AMD kota Ambon,
Camat Teluk Ambon, RT/RW, dan Kader Posyandu Negeri Passo.

Ketua Saniri Negeri Passo Felix Tahilatu mengatakan, Musneg yang digelar bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan tahun 2020 yang tidak berjalan dan direncanakan akan terealisasi di tahun 2021 jika sudah disepakati bersama.

“Dengan Musneg ini diharapkan kedepannya desa bisa semakin baik, masyarakat bisa lebih sejahtera, program bisa teratur dan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga mengatakan, Musneg membuka peluang besar untuk menerima aspirasi dari masyarakat, dengan demikian akan tercapai transparansi pada penyelenggaraan pemerintah desa.

“untuk peserta diharapkan agar benar-benar mencermati perencanaan desa tahun 2021 agar bisa mensejahterakan masyarakat,” katanya

Jhon Lalo selaku Kepala Penjabat Negeri Passo menjelaskan dalam pemaparannya juga terkait realisasi Anggaran Pendapatan Belanja desa (APBdes) tahun 2020. bidang 1, penyelenggaraan pembangunan desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). anggaran sebesar Rp. 1, 360, 583,959,1 yang terealisasi berjumlah Rp. 783,245,000,-(57,57%). bidang 2, pelaksanaan pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). anggaran DD sebesar Rp. 91,073,000,- belum dibuat realisasi oleh pemerintah negeri, anggaran ADD sebesar Rp. 255,600,000,- yang terealisasi sebesar Rp. 174,400,000,- (65,23%). bidang 3, pembinaan kemasyarakatan yang bersumber dari ADD, anggaran sebesar Rp. 104,300,000,- yang terealisasi sebesar Rp. 10.000.000,- (9,59%). bidang 4, pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari ADD, anggaran sebesar Rp. 8,585,619,- terealisasi 100%. bidang 5, bidang penanggulangan bencana, darurat dan mendesak desa yang bersumber dari DD dan ADD. anggaran DD sebesar Rp. 1.442,369,273,- terealisasi sebesar Rp 951,400,000,- (65,69%), anggaran ADD sebesar Rp. 1,166,400,000,- terealisasi sebesar Rp. 777,600,000,- (66,67%)

“1.Realisasi kegiatan menyesuaikan realisasi pencairan DD maupun ADD.
2.Pandemi Covid-19 berdampak pada realisasi kegiatan. 3.Terjadi revisi yang berulang-ulang, menyesuaikan kebijakan Pemerintah Kota Ambon maupun pemerintah pusat terkait Covid-19 (BLT ADD, BLT DD dan lain-lain).
4. Ada 466 penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD tahap 4-6 Rp.300.300 per bulan, dialihkan ke BST.
5. Ada 432 Penerima BLT ADD tahap 4-6 dialihkan pendanaannya ke DD,” jelas Jhon.

Ia berharap, masyarakat bisa mempertahankan kondisi yang sudah sangat kondisif, aman, dan terkendali serta ada peningkatan pada masing-masing masyarakat. Kegiatan Musneg ditutup dengan penandatanganan hasil Musyawara Negeri (Musneg) penetapan Rencana Kerja Pemerintah desa 2021. (MG-2)

Comment