by

Nekad Curi Senpi Anggota, SA Kena Dor

Ambon, BKA- Tindakan nekad yang dilakukan dua pemuda Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku, SA dan MK, langsung di kontan pihak Kepolisian.

SA terpaksa harus ditembak pihak Kepolisian karena melakukan perlawanan saat akan dibekuk oleh Anggota Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease pada 5 November, setelah sebelumnya mencuri senjata api (Senpi) milik anggota Polsek Salahutu, inisial FP, pada 1 November lalu.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, dalam keterangan persnya di Mapolresta Pulau Ambon, Rabu (11/11), menjelaskan, kejadian bermula pada aksi pembobalan rumah milik Anggota Polisi yang dilakukan oleh kedua pelaku pada 1 November lalu.

Saat itu SA yang berniat mencuri, membobol jendala rumah FP. Dia berhasil menggasak tas milik FP, yang isinya adalah HP dan senjata Api jenis Revolver.

“Itu kan niat mereka ini mencuri HP. Posisinya, anggota ini menaruh tas yang isi senpi di atas lemari, yang jaraknya tidak jauh dari jendela yang dibobol itu,” beber Kapolresta.

Sebelum beraksi di rumah FP, kedua tersangka merupakan sindikat pencuri yang kerap beraksi di sejumlah rumah di Tulehu. Sebelum tertangkap mencuri Senpi, kedua tersangka juga melakukan perbuatan yang sama dengan mencuri HP di salah satu rumah di kawasan Dusun Pahlawan, Desa Tulehu.

Pasca kejadian, Satuan reskrim Polresta Ambon kemudian melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas kedua tersangka.
Selanjutnya anggota diturunkan dan menangkap keduanya pelaku di kediaman masing masing, di kawasan Tulehu, pada Kamis (5/11).

Saat dilakukan penangkapan, SA salah satu tersangka mencoba melawan dan hendak melarikan diri. Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan, yang mengenai kaki kanan SA.

“Salah satu tersangka terpaksa dilumpuhkan, karena mencoba melarikan diri. Sementara barang bukti ditanam tersangka disamping rumah. Jadi awalnya, senpi itu ada 6 peluru. Namun saat diamankan, tinggal 5 peluru. Nah hasil interogasi, tersangka SA ini menembakan 1 peluru ke arah udara, untuk memastikan senjata tersebut aktif atau tidak,” pungkas Kapolresta.

Untuk mempertanghung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (SAD).

Comment