by

Netizen Maluku Dibekali 4 Pilar Literasi Digital

beritakotaambon.com – Ratusan warganet atau netizen Kota Ambon antusias hadiri kegiatan Literasi Digital Netizen Fair (LDNF) 2021 yang digagas Kementerian Kominfo RI, Siberkreasi dan Japelidi, Rabu (24/11). Di hari kedua ini, seluruh peserta dibekali 4 pilar literasi digital yaitu Etika Digital, Budaya Digital, Keterampilan Digital, dan Keamanan Digital.

Selain 500 Netizen yang hadir di Ballroom Hotel Natsepa, sekitar 1000 peserta lainnya turut menyaksikan LDNF 2021 secara online. Kegiatan yang berlangsung sejak 23-24 November kemarin ini, tidak hanya membahas tentang kecakapan netizen dalam bermedsos saja, melainkan diwarnai dengan pentas musik, stand-up komedi dan lainnya.

Bahkan tak tanggung-tanggung, Panitia LDNF 2021 hadirkan vokalis Seurieus Band, Dian Dipa Chandra alias Candil beserta gitarisnya, untuk menghibur para peserta LDNF 2021 Kota Ambon sendiri, maupun ribuan netizen lainnya yang menyaksikan secara online.

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Maluku, Mark M. Uffi, kepada media ini mengatakan, program literasi digital ini sangat penting bagi masyarakat yang aktif menggunakan internet. Sehingga bisa lebih cakap dan berbudaya dalam bermedia sosial.

Menurutnya, 4 pilar literasi digital sangat penting bagi warganet agar bisa mempertimbangkan baik buruknya sebua tata kelola digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar literasi digital dalam bermedia sosial, merupakan keperluan semua orang termasuk di Ambon. Kalau kesannya dunia digital yang semakin hari makin padat, maka pentingnya kita untuk memahami banyak cela keamanan yang bisa disusupi pelaku kejahatan untuk merugikan kita sebagai User. Maka digital safety (keamanan digital) sebagai salah satu literasi digital sangat penting dimiliki semua Netizen di Maluku,” terang Mark.

Menurutnya, Indonesia merupakan penyumbang pengguna internet yang cukup besar nomor 3 tertinggi di Asia Pasifik. Sehingga para netizen, khususnya di Maluku juga harus siap untuk menghadapi erad digital dengan membekali diri dengan 4 pilar literasi digital. Sehingga bisa lebih cakap dan berbudaya dalam bermedia sosial.

“Indonesia penyumbang pengguna internet yang cukup besar, nomor 3 tertinggi di se-Asia Pasifik. Kita menyumbang 5 persen paling tidak di hampir semua kanal sosial media, baik itu Instagram, Facebook Twitter maupun lainnya secara Global. Dan menurut saya, Maluku harus siap,” imbuhnya.
Mark juga berharap, kegiatan LDNF 2021 nantinya bisa melaju di tahun-tahun berikutnya. Dimana pemahaman 4 pilat literasi digital ini harus lebih disosialisasikan kepada masyarakat selaku pengguna internet.

“Empat pilar literasi digital ini, kiranya bisa menjadi bekal kita semua, untuk berinternet lebih baik, aman dan siap menghadapi arus global di dunia digital. Dan teman-teman netizen yang dua hari ini antusias sekali, sampai ada yang tidak dapat masuk, Saya sambut baik. Karena dengan berbagai respon pertanyaan yang variatif dari mereka, menunjukan bahwa mereka benar-benar menangkap apa yang dipaparkan narasumber. Artinya ada rasa keingintahuan dari mereka. Harapan saya, netizen-netizen di Maluku semakin produktif lewat internet,” harapnya.

Dirinya juga menyarankan, agar para netizen di Maluku bisa lebih mengedepankan etika dan budaya digital saat bermedia sosial. Juga harus bisa berkreasi lewat internet, dengan lebih menjaga keamanan digital agar tidak disebar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pembukaan Literasi Digital Netizen Fair 2021, di Ballroom Hotel The Natsepa, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (23/11)

“Untuk Netizen di Maluku, jangan lupa berkarya. Boleh berekspresi dan bertanggung jawab. Terpenting, amankan data-data secara digital tanpa mendapat kerugian. Karena semua celah keamanan, para hacker atau pelaku kejahatan yang lain bisa mengintai data kita. Maka pentingnya 4 pilar literasi digital,” tutup Mark.

Sementara itu, Zairin Salampessy selaku Pencari Fakta Terverifikasi oleh Googgle menjelaskan, ratusan netizen Ambon yang hadiri LDNF 2021 terlihat sangat antusias. Karena dengan kegiatan positif ini, ilmu dan informasi seputar literasi digital, bisa menjadi bekal bagi mereka ketika beraktivitas di dunia digital.

“Marak belakang ini, orang yang lemah di literasi digital, gampang sekali terkena kasus-kasus. Bahkan sampai ke cyber crime, atau punya masalah dengan akses di dunia digital saat berselancar di dunia digital. Maka itu, digital safety dalam literasi digital sangat penting juga,” tandasnya.

Ia berharap, LDNF 2021 yang digagas oleh Kementerian Kominfo RI dan seluruh komunitas yang ada, bisa berlanjut di tahun-tahun berikut. Sehingga Netizen di Maluku bisa lebih cerdas, cakap dan berbudaya dalam bermedia sosial. “Saya harap seperti itu, agar Netizen Ambon tidak gampang terjebak faktor-faktor negatif dari akses internet,” pesan Jurnalis Foto Senior Maluku ini. (UPE)

Comment