by

New Port dan Fish Market Dibangun November

AMBON-BKA, Pembangunan Ambon New Port dan Fish Market dijadwalkan dimulai November 2021 mendatang.

Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengungkapkan, Ambon New Port yang akan dibangun Desa Waai hingga Desa Liang di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia bagian timur.

Sedangkan Fish Market yang akan dibangun tersebut, tambahnya, menjadi yang terbesar di dunia.

Baca: Walikota Ambon Beserta Keluarga Positif Covid-19

“Pembangunan Ambon New Port di desa Liang dan Waai Malteng, dianggarkan Rp 5 triliun, sedangkan Fish Market Rp 1,5 triliun,” kata Murad, Selasa (27/7).

Terkait rencana itu, katanya, telah dilakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan maupun Menteri KKP, belum lama ini.

Jika semua rencanan pembangunan berjalan lancar dan sesuai target waktu yang ditentukan, terangnya, maka New Port dan Fish Market bisa menghasilkan devisa Rp 294 miliar per hari. Berarti dalam setahun, devisa yang disumbangkan bisa mencapai Rp 244 triliun.

“Kita telah membahas Ambon New Port, dan di sepakati pada bulan November 2021 sudah harus dibangun dan berakhir pada akhir 2023 sudah harus terselesaikan. Hal ini dibicarakan di rapat kabinet terbatas. Dalam rapat tersebut, ada gubernur Maluku, Menteri KKP, Menteri Keuangan, Menteri PUPR dan Menteri BUMN, Wapres, Presiden, Mendagri dan Menteri Sekretaris Negara,” ungkapnya.

Untuk mendukung pembangunan proyek tersebut, Murad mengatakan, membutuhkan pembebasan lahan yang cukup besar, mencapai 900 Ha.

“Besar lahan itu dari perbatasan Desa Waai hingga perbatasan Desa Liang. Fish Market ini akan menjadi Fish Market yang mungkin terbesar di dunia,” tuturnya.

Baca: Inkado Aru Sabet 13 Medali Emas

Untuk itu, dia berharap, masyarakat dan semua stakeholder di Maluku bisa bergandengan tangan untuk menyukseskan pembangunan New Port dan Fish Market.

“Saya berharap, masyarakat Maluku bisa jadi masyarakat yang mendukung pemerintah, agar hal-hal yang telah direncanakan berjalan dengan lancar,” pungkasnya.(MG-2)

Comment