by

Nihil Kapal Asing Curi Ikan

Ambon, BKA- Aksi penenggelaman kapal diera mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, ternyata menjadi efek jerah bagi kapal asing untuk melakukan pencurian ikan di laut Indonesia, khususnya di Maluku.

Bahkan hampir dua tahun terakhir ini, tidak ditemukan satu pun aksi pencurian ikan yang dilakukan kapal asing di perairan Maluku.

Kalaupun ada penangkapan kapal ikan, itu hanya nelayan dari provinsi lain yang melakukan aktivitas penangkapan di luar daerah asal mereka di perairan Maluku. Misalnya, nelayan Andon dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang beroperasi di perairan Sera, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

“Kalau kasus pencurian ikan dari kapal asing tidak ada, cuma kemarin ada satu kasus dari nelayan Andon, tapi itu sudah diselesaikan dengan perjanjian lewat Memorandum of Understanding (MOU) antara Gubernur Maluku dengan Gubernur NTT. Sama halnya ditahun 2019, karena nelayan lokal dan kecil, hanya sebatas pembinaan dari kami,” ungkap Kabid Pengembangan SDM dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Dinas Kelautam dan Perikanan Provinsi Maluku, M. Arief Hussen, pekan kemarin.

Walau telah ada MoU antara gubernur, namun ungkap Arief, nelayan Andon yang beraktivitas melakukan penangkapan di laut Maluku tidak pernah melaporkan hasil tangkapannya ke fishing spot DKP Maluku, sebelum di bawah pulang ke daerahnya.

“Dimana pun mereka melakukan kegiatan perikanan, seharusnya mereka melapor, dari mana-mana dan hasil tangkapannya. Itu sesuai aturan laporkan ke fishing spot bersangkutan, bukan hasilnya langsung dibawa ke tempat asal, seperti kasus nelayan dari Bitung (Sulawesi Utara) maupun NTT. Biasanya, mereka itu tanpa melapor ke kami, hasil tangkapan yang mereka ambil di laut Maluku, mereka langsung bawa pulang. Sehingga Maluku tidak dapat apa-apa dari hasil aktivitas itu, dalam hal ini PAD,” terangnya.

Dia mengaku, Maluku memiliki tiga wilayah penangkapan ikan, WPP 7114 di laut Banda dan sekitarnya, WPP 7115 di laut Seram dan sekitarnya, dan WPP 7118 di laut Aru.

Dengan tiga wilayah tersebut, terangnya, Maluku merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki daerah penangkapan ikan yang paling besar, dibanding daerah lainnya di Indonesia.

“Jadi sementara dua tahun terakhir ini, mungkin karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, kemudian intensitas kita melakukan patroli-patroli yang bekerja sama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) pusat, Pol Air dan instansi insektoral lainnya yang bekerja sama dengan kami, membuat ada efek jerah untuk mereka melakukan lagi pencurian ikan di laut Maluku,” pungkasnya.(RHM)

Comment