by

Niko Kilikili-Bastian Petrus Diusung Golkar-Gerindra

Ambon, BKA- Hampir bisa dipastikan, Partai Golkar dan Partai Gerindra telah mencapai kesepakatan terkait kesertaan mereka pada Pilkada Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada Desember mendatang.

Kesepakatan itu akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi bakal calon bupati dan wakil bupati kabupaten bertajuk “Kalwedo” itu, yang akan diusung bersama.

Salah satu fungsionaris Partai Golkar, mengungkapkan, kalau partainya telah mengagendakan penyerahan rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupti MBD kepada Niko Kilikili-Bastian Petrus pada 8 Agustus nanti.

Rekemendasi itu akan diserahkan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto, didampingi Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Ramli Umasugi, serta pengurus Partai Golkar Provinsi Maluku dan Kabupaten MBD, di Jakarta.

Penyerahan rekomendasi bakal calon kepala daerah Kabupaten MBD itu akan dilakukan bersamaan dengan beberapa pasangan bakal calon kepala daerah lainnya di Indonesia.

“Sekarang ini, kami lagi menunggu rekomendasi yang diagendakan pada 8 Agustus. Kemungkinan akan diberikan secara bersamaan dengan beberapa kabupaten/kota lain diseluruh Indonesia. Kepastian koalisi dengan Gerindra di MBD, juga sudah pasti. Karena distu ada pak Niko dari Gerindra sebagai calon bupati,” terang sumber, Rabu (5/8).

Lanjutnya, setelah Golkar mengeluarkan rekomendasi kepada Niko Kilikili-Bastian Petrus, maka selanjutnya akan disusul dengan Gerindra yang akan mengeluarkan rekoemendasi kepada pasangan itu.

“Itu nantinya rekomendasi akan diberikan oleh masing-masing partai, baik Golkar maupun Garindra kepada pasangan yang sama,” cetusnya.

Untuk itu, katanya, konstelasi politik Pilkada di Kabupaten MBD kedepan akan semakin “panas”. Karena sudah dipastikan akan terjadi “head to head” antara pasangan yang direkomendasikan Golkar-Gerindra melawan pasngan petahana, Thomas Benyamin Noach-Agustinus “Arie” Kilikili.

Sebelumnya, Ketua Bapilu DPD Partai Gerindra Maluku, Melkias Sairdekut, mengatakan, arah politik koalisi kedua partai hanya menunggu fisik rekomendasi kesepakatan bersama.

“Isi rekomendasi sudah, tapi fisik rekomendasinya belum diberikan. Tapi upayah arah kesitu (koalisi) sementara dilakukan. Kewenangannya di Gerindra. Paskah konstalasi politik lokal di MBD hari ini, tinggal menunggu arahan DPP untuk memtuskan sikap politik Gerindra,” terang Sairdekut, Rabu (4/8).

Terkait kapan rekomendasi Gerindra dikeluarkan untuk berkoalisi dengan Golkar, dia mengatakan, akan disampaikan dalam waktu dekat. Yang pasti, sebelum KPU membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati pada September mendatang.

“Rekomendasi Partai Garindra pasti dikeluakan sebelum waktu pendaftaran,” ucapnya.

Tapi terkait siapa bakal pasangan calon yang akan direkomendasikan, Sairdekut belum bisa memastikan. Apakah tetap Niko Kilikili dan Bastian Petrus atau berubah. Semuanya menjadi kewenangan DPP, DPD Maluku hanya menjalankan perintah saja.

“Pembicaraan kearah situ (koalisi) yah sudah. Tapi sudah diserahkan ke DPP, keputusan finalnya belum dikeluarkan. Memang ada upaya-upaya kesitu, namun upayah ini dinyatakan “dil” jika sudah ada rekomendasinya,” pungkasnya.(RHM)

Comment