by

Noaf Minta Persoalan Jembatan Wailola Besar Diselesaikan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Noaf Rumau, meminta agar polemik pekerjaan Jembatan Wailola Besar, segera diselesaikan.

Menurut Noaf, pemalangan jalan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap proyek milik Balai Jalan Wilayah Maluku itu dilakukan karena adanya rasa tidak puas. Terutama oleh Sadia Rumui, yang merasa lahannya diserobot pada pekerjaan proyek jembatan di Desa Lemumir, Kecamatan Bulaitu.

Untuk itu, demi kemaslahatan bersama, polemik tersebut harus segera diselesaikan oleh pihak kontraktor PT Azriel Perkasa milik Sugeng Haryanto alias Tanjng, sesuai keinginan pemilik lahan yang telah disepakatan yang telah dibicarakan bersama.

“Mestinya pihak perusahaan harus menyelesaikan dengan pemilik lahan Sadia Rumui, agar tidak menghambat pekerjaan proyek. Apalagi kalau diawal sudah ada pembicaraan mengenai ganti rugi antara pemilik lahan dengan pihak perusahaan,” ucap Noaf, pekan lalu.

Menurutnya, masyarakat atau pemilik lahan tindak akan melarang pekerjaan proyek Jembatan Wailola Besar, jika PT Azriel Perkasa memenuhi kesepakatan awal kedua belah pihak.

“Kalau memang ada pembicaraan diawal seperti itu, maka saya sarankan kepada pihak perusahaan pelaksana proyek ini, untuk bisa menyelesaikan apa yang menjadi hasil kesepakatan dengan warga yang punya lahan,” tandas politisi PKS SBT itu.

Untuk diketahui, pemilik lahan, Sadia Rumui, dan kuasa hukumnya, Irwan Mansur, telah memasang tanda larangan terhadang pekerjaan Jembatan Wailola Besar pada 23 April 2021, pekan lalu.

Irwan Masur mengatakan, tanda larangan tersebut akan dicabut jika hak ganti rugi lahan beberapa meter milik Kliennya yang masuk dalam lokasi proyek jembatan Wailola Besar tersebut, sudah dipenuhi oleh pihak perusahaan.

“Saya kasih waktu satu minggu. Kalau memang tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka saya akan surati Kementerian. Dengan adanya proyek pembangunan jembatan ini, benar adanya untuk kepentingan kita semua, demi kepentingan masyarakat Kabupaten SBT,” pungkasnya. (SOF)

Comment