by

Noija: Peran PLN Harus Dikejar

Korupsi PLTMG Namlea
Ambon, BKA- Pihak PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara dinilai ikut bertanggungjawab, dikasus dugaan korupsi penjualan lahan untuk kantor PLTMG Namlea, Kabupaten Buru.

Untuk itu, salah satu praktisi hukum Maluku, Fileo Fistos Noija, meminta tim penyidik Kejati Maluku untuk “mengejar” peran PLN dikasus itu.

Karena bila dikaji dari penyelidikan kasus ini, PLN merupakan pihak yang berperan penting selaku pembeli lahan yang diduga milik negara dengan uang negara, sesuai versi Kejati Maluku.

Sehingga, kata Noija, Kejati Maluku harus mengejar, dari mana PLN Wilayah Maluku-Malut mengetahui tentang lahan milik Fery Tanaya yang ada di Pulau Buru, cocok untuk digunakan pembangunan kantor PLTMG.

“Jadi bagaimana tugas penyidik, untuk mengejar oknum yang memediasi sehingga terjadi transaksi jual beli lahan ini. Itu harus dikejar jaksa,” ungkap Noija, Minggu (1/11).

Menurutnya, dalam transaksi pembelian lahan itu, PLN mengetahui kalau status lahan itu tanah negara, maka PLN bisa masuk bersama-sama dalam melakukan tindak pidana di dalam transaksi jual beli lahan ini.

“Kalau memang PLN tau kalau itu tanah negara, namun paksakan untuk beli, maka PLN dikategori penadah. Tapi kalau PLN tidak mengetahui hal ini, maka harusnya oknum yang memediasi pertemuan antara PLN dan Fery Tanaya ini harus dikejar jaksa,” sebut pengacara senior itu.

Bahkan Noija sangat menyesal, karena tim hukum PLN tidak berperan dalam mengintervensi data terkait surat-surat kepemilikan lahan tersebut, sehingga terjadi transaksi yang diduga merugikan keuangan negara.

“PLN juga kan punya badan hukum, mereka tugasnya melihat hal ini. Lalu kalau begini, PLN juga bisa masuk (pidana), karena mereka sudah menggunakan uang negara untuk belanja tanah negara, sehingga uang negara dipakai tidak sesuai peruntukannya,” kesal Noija.

Seperti diberitakan, pengusutan kasus dugaan korupsi penjualan lahan untuk kantor PLTMG Namlea, penyidik Kejati Maluku gencar melakukan pemeriksaan saks-saksi, yang hingga kini sudah mencapai 20 saksi lebih, termasuk dua mantan tersangka dalam kasus ini, Abdul Gafur Laitupa dan Fery Tanaya.(SAD).

Comment