by

Nuansa Natal Kristus 2020 Berbeda

Ambon, BKA- Nuansa Hari Natal Kristus 25 Desember tahun 2020, bakal dirasakan berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, Hari Besar bagi umat Kristen di kota Ambon kali ini masih berada dalam situasi pandemi Covid-19.

Bahkan proses perayaan memperingati hari kelahiran Yesus Kristus di tahun ini, telah diatur dalam Surat Edaran (SE) oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).

“Merujuk pada SE Kemenag RI nomor 23 tahun 2020, panduan perayaan Natal selama pandemi Covid-19, didalamnya itu perayaan Natal diselenggarakan dengan penuh khidmat, tidak berpesta pora, ada kemeriahan-kemeriahan, dan dilaksanakan di dalam rumah ibadah,” ungkap, Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay kepada wartawan, di Balai Kota, Jumat (4/12).

Dikatakan, beberapa hari lalu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy telah melakukan pertemuan dengan para pemuka Agama Nasarani untuk tetap berjalan. Namun, dengan mengedepankan Protokol Kesehatan.

“Sesuai dengan informasi, walikota Ambon juga melalui tim Satun tugas covid-19 Kota Ambon, telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan agama di Kota Ambon. Ada Ketua Sinode, Klasis itu sudah dilakukan pertemuan untuk membicarakan persiapan perayaan Natal di kota Ambon,” tandasnya.

Selain itu, Pemerintah Kota mengeluarkan SE nomor 337 tahun 2020 tentang pelaksanaan hari Natal di ruang gereja dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Tapi juga, tidak menutup kemungkinan kalau ada juga melaksanakan secara mandiri. Dalam artian di rumah-rumah, itu tergantung masing-masing pimpinan agama untuk melakukannya. Yang jelas tidak di dalam konteks di luar rumah ibadah. Dan kemudian yang kedua, tentunya pelaksanaan karnaval Santa Claus itu dilarang,” tegasnya.

Hal ini, ungkap dia, untuk mencegah penularan Wabah Covid-19 bagi umat Kristen. Serta untuk menekan penyebaran virus mematikan ini. Diharapkan, meski perayaan Hari Natal kali ini amat berbeda, tetapi tidak mengurangi makna serta suka-cita Natal.

“Saya berharap tidak menghilangkan nilai-nilai perayaan itu sendiri. Maka itu berharap untuk melakukan setiap kegiatan perayaan itu secara khidmat, tidak berpesta pora yang berlebihan,” pesannya. (BKA-1)

Comment