by

Oknum Lantamal Harus Diberi Sanksi

Ambon, BKA- Danlantamal IX Ambon, Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, dinilai harus bisa memberikan sanksi tegas bagi anggotanya yang diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap sejumlah warga RT 006/RW 02 Desa Latta, Kecamatan Baguala, baru-baru ini.

Desakan ini disampaikan Anggota DPRD Maluku, Benhur Watubun, kepada awak media, Sabtu (19/12).

Politisi PDIP ini, juga sangat menyayangkan insiden penganiayaan yang terjadi pada Minggu (13/12) sekira pukul 01.50 WIT, yang dilakukan sejumlah oknum Angkatan Laut (AL).

“Sebagai Danlantamal, seharusnya dapat memberi sanksi tegas bagi anggotanya yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap masyarakat,” tegas Behur.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oknum anggota AL tersebut, secara tidak langsung telah menciderai sumpah prajurit atau Sapta Marga TNI sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Sehingga Danlantamal IX Ambon, harus memberikan sanksi tegas kepada setiap oknum personil yang melakukan penganiayaan sesuai dengan aturan disiplin internal dari TNI AL.

“Harus ada sanksi tegas, sehingga oknum anggota yang terlibat ini harus dibina. Sebab tindakan yang dilakukan seperti itu tidaklah terpuji sebagai seorang prajurit TNI,” ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan Kadispen Lantamal IX Ambon, Mayor (Laut) E. Sumarno lewat keterangan persnya mengatakan, dua anggotanya itu diteriaki warga saat melintasi TKP. Setelah itu keduanya kembali untuk bertanya. Namun mereka dianiaya terlebih dahulu oleh warga. Kemudian salah satu anggota masuk ke markas Lantamal menginformasikan kejadian tersebut lalu kembali ke lokasi kejadian.

Dari data yang diterima koran ini, akibat insiden itu, membuat empat warga, satu diantaranya perempuan beserta seorang anggota Polsek Baguala mengalami luka-luka robek dan memar di bagian wajah.

Selain itu, Benhur juga mengakui kalaui Komisi I DPRD Maluku telah menerima surat masuk terkait konflik antara warga yang terjadi di kawasan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon maupun yang terjadi di kawasan OSM.

“Rencananya kalau pimpinan komisi hadir, kita segera menggelar rapat untuk memastikan koordinasi agar seluruh masalah yang menganggu kamtibmas ini harus dituntaskan,” ucapnya.

Apalagi saat ini menjelang hari perayaan hari-hari besar keagamaan, sambung dia, seperti Natal dan Tahun Baru. Dimana yang diinginkan adalah daerah Maluku harus tetap aman dan kondusif.

Sementara terkait insiden di kawasan OSM Ambon, komisi juga akan berkoordinasi dengan Polda Maluku maupun Kodam XVI/Pattimura. Dan secara khusus, Benhur juga mendesak agar kepala asrama di OSM harus diganti.

Karena menurut dia, peristiwa di OSM bukan baru satu kali terjadi. Dan kejadian tersebut, sudah berulang kali terjadi. Bahkan berdasarkan pengamatannya, ada dugaan unsur pembiaran di situ.

“Seharusnya sebagai kepala asrama, yang bersangkutan harus bertanggung jawab dan mengkoordinasikan perihal kejadian-kejadian tersebut. Karena lokasi kejadian berdekatan dengan asrama militer,” pungkasnya.(RHM)

Comment