by

Oknum Pembawa Narkoba Masih “Misterius”

Ambon, BKA- Sampai kini, personel Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease masih melakukan pencairan terhadap oknum pembawa narkoba yang dititipkan di tempat penitipan barang di Lapas kelas II A Ambon Kamis 14 Januari 2021 lalu.

Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Jufry mengatakan, pihak kepolisian masih terus mencari tahu siapa yang punya barang bukti yang dibawa ke Lapas dimaksud.

Menurutnya, untuk proses pengamanan di Lapas Ambon, pasca kejadian itu, dan terakhir penangkapan empat tersangka pesta narkoba tersebut, dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Lapas untuk memperketat pengamanan. “Kita sekarang ini perketat pengamanan. Misalnya siapa yang datang besuk tahanan, harus melampirkan KTP. KTP itu kita Scen, sebagai data untuk petugas, jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ungkap Jufry, Kamis (28/1).
Kata dia,bukan hanya untuk Scen KTP, tapi langkah antisipasi lainnya juga dibuat untuk mengantisipasi terjadi lagi kasus-kasus narkoba di Lapas seperti yang terjadi kemarin.

“Kita ingin supaya ke depan tidak lagi terjadi hal-hal ini. Dan untuk pelaku yang kita kejar itu, saat ini kita sedang pantau setiap pengunjung yang datang. Karena jejak pelaku yang menitipkan barang itu, kepada napi di dalam tahanan sudah dideteksi petugas. Tunggu saja, jika ada hal-hal yang mencurigakan ditemukan lagi, maka sudah tetap diamankan yang bersangkutan. Karena pasca kejadian kemarin itu, yang bersangkutan sudah dipanggil namun mnyangkal bukan barangnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kalapas Ambon, Saiful Sahri, kepada wartawan mengatakan, upaya penyelundupan barang diduga narkoba jenis sabu saat pelayanan kunjungan itu diketahui sekitar pukul 11.00 WIT.
Barang haram sebanyak dua paket ini dibawa oleh OTK saat jam layanan penitipan barang kepada warga binaan, Kamis (14/1) pukul 09.00 WIT.

Dua paket sabu itu dikemas dalam kantong plastik dan diisi dalam kemasan shampo. “Jadi awalnya ini layanan penitipan barang makanan dan lainnya kepada warga binaan seperti biasa kami buka sejak pukul 09.00 WIT-10.00 WIT. Pada pukul 11. 00 WIT, petugas mencurigai barang titipan yang ditujukan kepada warga binaan FT. Sehingg bersama dua orang petugas dilakukan penggeledahan barang dan memeriksa barang tersebut, dan ditemukan barang yang diduga narkoba jenis sabu di dalam botol shampo itu,” jelas Kalapas.
Dia mengaku, pada saat memeriksa FT yang diduga merupakan pemilik barang titipan kunjungan itu, membantah bukan miliknya.

Meski bantahan itu telah disampaikan FT, namun Kalapas menegaskan guna kepentingan penyelidikan, maka diserahkan kepada Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk menyelidikinya.

“Sudah kami periksa, warga binaan itu membantah. Bukan barang punya dia. Tetapi tetap kita proses dan serahkan proses pemeriksaan lanjutan oleh Polresta. Biarkan mereka lidik, karena harus mencari pemiliknya,” tandas Kalapas.(SAD)

Comment