by

Oknum Pencuri Sepeda Motor Terancam 2,6 Tahun

Ambon, BKA- A.K, salah satu anak dibawah umur dijerat dalam kasus pencurian sepeda motor, terancam dua tahun, enam bulan penjara ((2,6).
Pria 16 Tahun, Warga Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini diancam Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (14/12).
Menurut JPU,Lilia Helut, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam pasal 363 ayat 1 ke-4 dan ke-5 KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhi hukuman kepada terdakwa dengan dipenjara selama 2,6 Tahun,” ungkap JPU dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Andhy Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Penny Tupan.

Yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum, bersikap sopan dipersidangan, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan, korban mengalami kerugian materil. Serta perbuatan terdakwa membuat keresahan dalam masyarakat.

JPU dalam dakwaannya mengatakan,tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 8 November 2020sekitar pukul 03.54 WIT, tepatnya di jalan Kesatrian Rt.001/Rw 006, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, atau di rumah korban.

Awalnya korban Huhamad Abdul Gani Sahupala,sekitar pukul 00.30 WIT, memarkirkan sepeda motor di depan rumah, kemudian masuk ke dalam rumah beristirahat. kemudian pada saat itu, rekan korban menghubungi dia melalui selulernya, mengatakan kalau sepeda motornya Yamaha IM3 Warna Kuning DE 2939 sudah hilang karena tidak ada lagi di depan rumahnya.

Mendengarkan informasi tersebut korba kemudian bangun keluar untuk mencaritahu kebenaran informasi itu. Di depan rumah, korban melihat ternyata sepeda motornya sudah hilang alias di curi orang.
” Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkann hal ini ke pihak kepolisian untuk diproses hukum,” tandas JPU.

usai mendengarkan pembacaan amar tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga Senin (21/12), dengan agenda pledoi dari penasehat hukum terdakwa.(SAD)

Comment