by

Oknum Perwira Polisi Bantah Selingkuhi ASN

Ambon, BKA- Oknum perwira polisi di Polres Maluku Barat Daya (MBD) berinisial KM membantah keras memiliki hubungan khusus dengan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) berinisial AT, sebagaimana dilansir media ini.

“Sama sekali tidak benar kalau saya punya hubungan khusus dengan AT. Itu sama sekali tidak benar,” tegas KM, saat dikonfirmasi koran ini, Rabu (14/4).

Dia menjelaskan, bahwa memang mengenal AT yang merupakan salah satu ASN di KKT. Namun hubungan itu hanya sebatas hubungan kerja ketika dirinya masih menjabat sebagai Kapolsek Adaud, Kecamatan Selaru, KKT sejak tahun 2018 hingga 2020 lalu.

“Hubungan kami hanya sebatas mitra kerja. Karena yang bersangkutan itu kerja pada Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak. Dan sering kami ketemu untuk urusan pekerjaan terkait tindak pidana terhadap perempuan dan anak, itu saja tidak lebih,” ungkapnya.

Disinggung terkait informasi yang menyebutkan adanya hubungan asmara dengan AT, KM enggan berspekulasi. Menurut dia, bisa saja ada rasa tidak suka dari orang orang tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya, hingga kemudian menyebarkan isu isu tersebut.

“Kalau soal itu mohon maaf saya tidak ingin berspekulasi. Namun bisa saja isu ini dimainkan dengan sengaja untuk menjatuhkan saya. Dan perlu saya tegaskan, bahwa saya sama sekali tidak ada hubungan khusus dengan AT,” tutup KM.

Seperti yang diberitakan koran ini, Rabu (14/4) kemarin, KM yang kini bertugas di Polres MBD, diduga menjalin hubungan asmara terlarang dengan salah satu ASN di KKT berinisial AT. Padahal oknum perwira polisi ini telah memiliki istri dan anak.

Dugaan hubungan asmara antara AT yang menjabat sebagai Kabid di salah satu dinas KKT dengan oknum perwira polisi itu, terjalin ketika KM bertugas pada Polres Maluku Tenggara Barat (sekarang KKT). Hubungan asmara tersebut diduga terus berlanjut hingga KM bertugas di Polres MBD.
Informasi lainnya yang berhasil diterima koran ini, menyebutkan, pihak keluarga KM menjadi resah dengan adanya dugaan jalinan asmara terlarang itu. Bahkan pihak keluarga dalam waktu dekat akan menyurati Sekda KKT dan Kapolda Maluku, agar mengambil sikap melakukan pembinaan terhadap keduanya. (GEM)

Comment