by

Operasi Yustisi Perketat PSBB Transisi VI

Ambon, BKA- Hari pertama penerapan PSBB Transisi jilid VI, Pemerintah Kota Ambon kembali melakukan Operasi Yustisi. Razia protokol kesehatan ini dipusatkan di jalan Rijali, Kelurahan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, pada Senin (28/9).

Operasi Yustisi tersebut diterapkan sesuai Peraturan Walikota (Perwali) Ambon, nomor 25 tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Yang dipantau langsung oleh Sekertaris Kota (Sekkot) Ambon, A. G Latuheru, dan dipandu Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kota Ambon, Benny Sellano, selaku Komando Lapangan.

“Terima kasih sudah membantu Pemerintah dengan taati protokol kesehatan. Terima kasih sudah memakai masker. Terima kasih tidak mengangkut penumpang lebih dari kapasitas yang diterapkan. Jangan lupa besok seperti ini yah,” pesan Selanno, menggunakan megavon atau pengeras suara.

Operasi tersebut melibatkan seluruh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Kota Ambon, yang dimulai sekira pukul 14.00 WIT. Penerapan sanksi juga dilakukan bagi pelanggar yang terjaring razia.

Mereka yang kena tilang, akan diberikan sanksi. Baik itu, berupa denda administrasi dan harus disidangkan dengan kasus tindak pidana ringan, maupun sanksi sosial, dengan disuruh pushup ataupun menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Data dihimpunkan koran ini, sekitar puluhan moda transportasi, yang bermuatan lebih kapasitas 50 persen terjaring operasi tersebut. Sementara tidak menggunakan masker hanya dua orang.

Razia itu berlangsung aman hingga pukul 18.00 WIT. Tidak sedikitpun terlihat pertikaian antar petugas maupun pelanggar.

“Tadi itu sekitar puluhan kendaraa yang kita hentikan. Kita harap dengan operasi Yustisi ini, masyarakat semakin taat terhadap protokol kesehatan,” harap Latuheru. (BKA-1)

Comment