by

Operasi Yustisi Tetap Jalan Sesuai Perwali

Ambon, BKA- Selama Peraturan Walikota (Perwali) nomor 25 tahun 2020 tentang Penindakan Kepada Pelanggar Protokol Kesehatan belum dicabut, maka Operasi Yustisi akan terus berjalan meski diluar masa PSBB Transisi V.

“Acuan kita itu pada Perwali 25. Jadi sesungguhnya bukan karena PSBB saja tilang jalan. Bukan, tidak PSBB pun tilang akan jalan. Sepanjang kita tidak cabut itu Perwali,” ungkap Sekertaris Kota Ambon, A. G Latuheru, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (22/9).

Dijelaskan, masa berlaku Perwali 25 tersebut tidak ada. Maka dari itu, penerapan Operasi Yustisi tetap diberlakukan. Namun jika dibanding dengan Perwali sebelumnya, ada masa berlaku.

“Perpanjangan masa PSBB Transisi ini kan tidak lagi Perwali, hanya dilakukan SK Walikota perubahan waktunya saja,” sebut Latuheru.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya sementara mengusahakan untuk mengevaluasi masyarakat dengan kedisiplinan protokol kesehatan, dalam PSBB Transisi V. Dan kalau memang sesuai harapan, maka kemungkinan PSBB Transisi tidak dilanjutkan.
“Ngapain kita mau teruskan lagi. Tapi selama belum, kita masih terus. Tadi kita sudah coba masuk di pasar. Ternyata penindakan juga ada di pasar tadi. Berapa banyaknya itu saya belum tau. Tadi acara lain. Dari laporan sementara masyarakat baik itu penjual, maupun pembeli di pasar sudah makin banyak menggunakan masker,” terangnya.

Ia mengaku, pihaknya pagi kemarin, juga melakukan razia yustisi. Dan terlihat, masyarakat sudah mulai sadar dengan pentingnya protokol kesehatan. Untuk itu, diharapkan, kesadaran itu, bisa lebih meningkat agar pencegahan Covid-19 makin maksimal.

“Berimbang antara masker dan pelanggaran transportasi. Target kita itu masyarakat harus tertib. Jadi bukan target dari sisi pendapatan. Harus sampai jumlah sekian baru kita stop, tidak. Target kita adalah masyarakat tertib. Yang kita punya sasaran, mengedukasi masyarakat supaya masyarakat tertib, disiplin terkait dengan protokol kesehatan, ” tutup dia. (BKA-1)

Comment