by

Ops Yustisi, Rapid Test Dihilangkan

Ambon, BKA- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Satgas Covid-19, tidak lagi menerapkan rapid test antibodi di tempat bagi pelanggar protokol kesehatan yang terjaring dalam operasi Yustisi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Sementara Dinas Kesehatan Kota Ambon masih lebih fokus dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay mengaku, meskipun rapid test antibodi tidak diberlakukan saat Pos Yustisi, namun ada sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan. Diantaranya sanksi sosial dan penilangan.

“Tapi yang jelas dalam aturan Perwali itu sudah memberi jaminan. Selain operasi Yustisi, tindakan yang dapat kita lakukan selain tilang ditempat atau tindakan juga yang sifatnya pemberian hukuman sosial,” ungkap Luhukay, kepada wartawan, Rabu (24/2).

Sanksi ini, menurut dia, untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan, ketika beraktivitas di luar rumah. “Dengan kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan, dapat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.

Sementara untuk operasi Yustisi malam hari, jelas Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga ini, akan tetap berjalan seperti biasanya. “Operasi Yustisi malam hari itu masih tetap dilakukan. Setiap kami melakukan yustisi masih malam, kami temukan juga pelanggaran-pelanggaran terkait dengan lewat batas waktu operasional,” bebernya.

Bukan itu saja, tambah dia, hingga kini, tingkat kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan, masih belum maksimal seperti yang diharapkan.

“Jadi seberapa besar tingkat pelanggarannya, seberapa besar tingkat kepatuhannya, bagi kami sampai saat ini masih ada pelanggaran. Bahwasannya berarti sampai saat ini masyarakat pun belum sadar atau belum patut terhadap protokol kesehatan,” tutupnya. (IAN)

Comment