by

Ops Yustisi Terapkan Pola Step By Step

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, kini terapkan pola step by step dalam penegakkan protokol kesehatan (prokes) lewat operasi Yustisi. Yakni pola penerapan prokes yang difokuskan pada satu lokasi keramaian hingga masyarakat sekitar sadar, baru berpindah ke lokasi lain.

“Ditargetkan ini, proses step by step. Karena selain hal ini juga, kita harus melihat konsekuensi sosial. Dari sisi keamanan, banyak faktor,” ungkap Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay, kepada wartawan, Rabu (20/1).

Pola ini, kata Richard, merupakan upaya dari Satgas Covid-19 Ambon, agar masyarakat benar-benar sadar deng pentingnya protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah. Dengan begitu, penyebaran wabah Corona ini dapat ditekan.

“Jadi tetap kita akan melakukan proses yang sama ditempat-tempat keramaian lain seperti pasar. Itu sudah kami rancangkan jauh-jauh hari. Tapi kita masih tahapan-tahapan dulu. Dengan adanya tindakan yang dilakukan di mall itu, itu kan berarti juga memberi trust people (kepercayaan masyarakat), ” ujarnya.

Kadang kala, lanjut dia, masyarakat lebih patuh protokol kesehatan ketika melihat pihaknya sudah masuk ke mall-mall untuk lakukan operasi yustisi. Dan hal itu yang disesalkan. Sebab, untuk membantu memutus mata rantai Covid-19, harusnya masyarakat sadar dengan tetap mengindahkan anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan.
“Di pasar pasti berpikir kenapa di mall-mall, itu kan begitu juga sebaliknya. Padahal kesadaran itu tidak dilihat atau diukur dari kita harus melihat contoh dulu. Sebenarnya dari diri kita sendiri. Kalau kita sadar menggunakan masker maka tidak perlu mencontohi orang lain,” tuturnya.

Menurutnya, pemikiran tersebut tidak pantas untuk dibudidayakan. “Jadi itu masih menjadi perhatian kami. Intinya tempat keramaian tetap menjadi perhatian. Entah itu pasar, nanti juga ada pendekatan dengan tempat-tempat wisata misalnya dan fasilitas umum lain, ” sebutnya.

Untuk berpindah lokasi, kata dia, pihaknya akan melihat waktu dan kondisi. Karena mereka melakukan tugas bukan saja pagi hari, tetapi juga malam hari.
“Kami juga harus menjaga kondisi dan stamina dari rekan-rekan petugas. Karena kita bekerja bukan cuma pagi hari tapi juga malam hari. Jadi kita juga harus melihat faktor-faktor hal itu, ” ucapnya.

Ketika disinggung terkait lokasi lain setelah mall, dia menambahkan, hal itu menjadi rahasia pihaknya. Karena jika dipublikasikan, terkesan masyarakat sadar protokol kesehatan, hanya karena ada petugas.

“Tapi kalau kita menyampaikan hal ini, pasti kan sudah diketahui orang. Sebenarnya tidak perlu disampaikan. Supaya memang murni kita melakukan penjajakan itu bukan karena ada petugas baru mereka lakukan protokol. Tapi sesungguhnya karena kesadaran,” tandasnya. (IAN)

Comment