by

Orang Tua Minta PBM Secara Luring

beritakotaambon.com – Kepala SD Negeri 2 Latuhalat, C Tlingkery, mengaku, banyak orangtua siswa SD tersebut yang meminta agar Proses belajar Mengajar (PBM) dilakukan secara Luring.

Permintaan orangtua siswa itu disampaikan, ungkapnya, saat rapat yang digelar beberapa waktu lalu. Mereka meminta PBM secara luring kembali diterapkan.

Para orangtua mengaku, kata Tlingkery, mereka tidak mampu memberikan fasilitas untuk belajar Daring kepada anaknya. Selain itu, Daring dianggap tidak efisien.

“Jadi kami sempat zoom beberapa kali, dan banyak orangtua yang meminta agar Luring. Disini kebanyakan orangtua tidak bisa beli android. Orangtua juga menilai Daring menyulitkan anak-anak,” ucapnya, Minggu (22/8).

Berdasarkan keputusan bersama, akhirnya Luring dilakukan. Setiap hari, siswa secara berkelompok melakukan pembelajaran di rumah guru, dengan tetap perhatikan protokol kesehatan.

“Setiap dua jam, ada kelompok yang belajar di rumah guru mata pelajaran. Disesuaikan dengan shift, untuk setiap kelompok. Dipastikan, kelompok belajar tidak lebih dari 10 orang dan tetap ikuti protokoler,” jelasnya.

Baca juga:
Siswa Ingin Segera PTM

Tlingkery berharap, Pemerintah Kota Ambon bisa memberikan intruksi untuk belajar tatap muka. Banyak orangtua dan siswa juga menginginkan agar dilakukan belajar tatap muka.

“Harapan saya, sekolah kembali dibuka karena banyak orangtua dan murid sudah bosan Daring. Kami semua rindu untuk kembali belajar tatap muka di sekolah,” tutupnya. (BKA-1)

Baca juga: PTM Perlu Putusan Pemerintah Daerah

Comment