by

Orangtua Diharapkan Jadi Guru Bagi Anak Selama BDR

Ambon, BKA- Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) masih diterapkan, peran orangtua tetap diperlukan. Sehingga orangtua tidak hanya menjalankan tugas dan tanggungjawab seperti biasa, namun juga diharapkan mampu berperan sebagai guru bagi anak-anak.

Salah satu guru SD Inpres 28 Nania, Rosni Salim, mengungkapkan, akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, akses guru dibatasi dalam mendidik dan membina anak-anak.

Untuk itu, sangat diharapkan, orangtua dapat menggantikan peran guru yang untuk sementara waktu, untuk mendidik dan membina karakter anak-anak di rumah.

“Karena kalau hanya berharap guru, maka sulit membentuk karakter anak. Dan itu yang terjadi saat ini, bahwa guru kesulitan dalam mendidik dan membina anak. Ini disebabkan, orangtua tidak begitu peduli dengan proses pembentukan karakter anak selama di rumah,” ungkap Salim, Selasa (17/11).

Menurutnya, BDR yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini sangat memberikan dampak besar bagi pertumbuhan karakter anak-anak didik. Karena itu, perlu ada kerjasama orangtua guna membentuk karakter mereka.

“Kita sebagai guru sangat terbatas untuk membina karakter mereka saat ini. Karena itu, jika tidak ada kerjasama orangtua, dikhawatirkan, kedepan nanti, akan semakin sulit untuk membentuk karakter anak-anak. Karena sadar atau tidak, BDR ini juga memanjakan anak. Yang awalnya setiap pagi harus ke sekolah, sekarang hanya di rumah dan mengikuti pelajaran. Sudah begitu, dalam proses belajar, tidak dipaksakan untuk menuntaskan setiap materi pembelajaran. Dengan kondisi ini, sebenarnya kita tidak boleh diam. Bahwa meskipun mereka di rumah, tapi pendidikan dan pembinaan harus tetap dilakukan di rumah. Supaya ketika proses belajar kembali dilakukan di sekolah, anak-anak tetap memiliki karakter yang baik. Itu yang sangat diharapkan,” pungkas Salim(LAM)

Comment