by

Orangtua Mengeluh Sulit Awasi Anak BDR

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 96 Ambon, J. Sialana, mengungkapkan, orangtua terus mengeluh lantaran tidak mampu lagi mengawasi untuk mengatur anak Belajar Dari Rumah (BDR), lantaran anak-anak semakin jenuh dengan kondisi saat ini.

“Semua orangtua pada mengeluh, tidak mampu untuk mengawasi anak-anak belajar di rumah. Bersyukur sekolah yang belajar Daring, bisa lebih memudahkan. Kita kan hanya belajar Luring jadi, butuh kesiapan guru dalam menyiapkan materi. Karena banyak tidak punya Hp android. Kalau ada, kita hanya kirim materi lewat WhatsApp. Kalau yang tidak punya Hp, kita guru siapkan materi dan bawa ke siswa. Bisa juga Orangtua datang ambil di sekolah. Setelah itu, siswa kerjakan di rumah, lalu nanti di kembalikan lagi ke guru. Selanjutnya, guru kasih penilaian dan di kembalikan ke orangtua. Pola ini yang selama ini kita gunakan. Nah, kalau orangtua sudah mengeluh, tandanya anak-anak sudah sangat jenuh,” ungkap Sialana, Senin (16/11).

Sialana juga mengungkapkan, bahwa terkait dengan proses BDR ini, bukan saja menjenuhkan siswa dan orangtua, tapi guru juga merasa terbebani dengan proses belajar saat ini. Pasalnya, selain menyiapkan materi, guru harus meluangkan waktu untuk datangi rumah siswa untuk memberikan pendampingan sekaligus mengevaluasi hasil belajar anak di rumah.

“Jadi bukan saja siswa yang jenuh, tapi guru juga. Guru semakin merasa sulit dengan proses pembelajaran ini,” bebernya.

Karena itu, dia berharap, secepatnya Kota Ambon kembali ke zona hijau, agar proses belajar dapat berjalan tatap muka. “Semoga kita cepat masuk zona hijau, supaya kita bisa masuk sekolah lagi,” harap Sialana. (LAM)

Comment