by

Orangtua Penentu Belajar Tatap Muka

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 14 Ambon, T. Tiwery, mengatakan, terkait rencana pelaksanaan belajar tatap muka yang rencananya mulai digelar pada Januari 2021, tidak semudah yang dipikirkan.

Karena selain harus ijin Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, juga harus mendapat ijin orangtua. Pasalnya ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Sehingga sekolah tidak bisa berjalan tanpa persetujuan orantua

“Tergantung kepada orangtua. Kalau kita sudah dapat ijin dari pemerintah, tapi orangtua tidak kasih ijin anaknya, juga tidak bisa paksakan. Memang apa yang sudah diperintahkan, itu pasti kita laksanakan. Tapi kondisi sekarang ini kan berbeda. Tentu pertimbangan orangtua yang perlu diperhatikan, karena ini soal nyawa anak-anak,” ujar Tiwery, Senin (23/11).

Pada prinsipnya, kata Tiwery, sekolah sangat menyetujui adanya rencana belajar tatap muka tersebut. Namun semua itu terpulang kepada orangtua. Jika orangtua tidak mengijinkan, maka sekolah pun tidak bisa memaksakan.

Untuk itu, katanya, proses belajar mengajar akan tetap disesuaikan dengan kondisi yang ada. Jika Pemkot sudah mengeluarkan ijin, maka pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan orangtua untuk membicarkan terkait belajar tatap muka.

“Kita punya mau belajar di sekolah tetap jalan, tapi kondisinya tidak mendukung dan orangtua juga kan tidak mungkin memberikan anak mereka. Apalagi Kota Ambon masih dalam zona orange. Untuk itu, kita menunggu keputusan selanjutnya dari pemkot, terkait recana belajar tatap muka ini. Kalau sudah ijin, maka kita langsung melakukan rapat dengan orangtua untuk meminta dukungan. Kalau ada orangtua yang tidak setuju, maka kita tidak bisa paksakan. Dan pasti PJJ dilakukan khusus bagi mereka yang tidak ikut belajar tatap muka. Intinya, apapun yang nanti kita lakukan kedepan, adalah hasil keputusan bersama dengan orangtua,” terangnya.

Kendati demikian, berbagai kesiapan jelang belajar tatap muka sudah dilakukan, guna mencegah adanya penyebaran virus di lingkungan sekolah. Sehingg dia memastikan, jika proses belajar tatap muka dilakukan, maka akan berjalan lancar tanpa Covid-19.

“Kita sudah siap yang namanya protokol kesehatan itu sudah dari lama. Karena sekalipun sudah belajar tatap muka, tapi belum normal seperti biasanya. Jadi tetap harus gunakan protokol kesehatan. Diharapkan, dengan kesiapan yang ada, orangtua dapat mendukung adanya belajar tatap muka yabg nanti diterapkan di tahun 2021,” harap Tiwery. (LAM)

Comment