by

Orangtua Perlu Kontrol Anak

AMBON-BKA, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih dilakukan secara Daring, pada tahun ajaran 2021/2022. Sehingga peran orang tua masih sangat diharapkan, terutama mengontrol anak dalam belajar.

Kepala SMA PGRI 1 Ambon, R Mual, mengatakan, belajar Daring memerlukan perhatian dari orangtua. Sebab guru tidak bisa memastikan, siswa belajar dengan baik saat Daring berlangsung.

“Itu kalau Daring, biarpun guru menyampaikan materi, tapi kalau siswa tidak menghidupkan kamera, maka kita tidak tahu, mereka belajar atau tidak. Jadi perlu pengawasan dan perhatian dari orangtua,” ucapnya.

Setiap hari KBM dilakukan secara Daring, sesuai dengan jadwal. Satu mata pelajaran, 45 menit sampai 60 menit.

Baca: Prakerin Luar Daerah Ditiadakan

Bagi siswa yang tidak mempunyai fasilitas Daring, diberikan modul pembelajaran. Sehingga mereka bisa belajar di rumah.

“Sesuai instruksi, kami kembali Daring. Sesuai jadwal setiap kelas, per mata pelajaran diberikan waktu 45 sampai 60 menit. Kalau yang tidak punya HP Android, jalan secara Luring. Itu siswa ke sekolah untuk mengambil modul pembelajaran sesuai protokol yang berlaku,” jelasnya.

Mual mengaku, KBM yang yang dilakukan secara Daring cukup berdampak bagi siswa, karena waktu belajar yang semakin sedikit. Walau begitu, hal tersebut tetap dilakukan.

“Namanya Daring, tetap saja ada kekurangannya, terutama pada waktu belajar yang semakin sedikit. Kita juga tidak bisa mengontrol siswa sepenuhnya. Tapi karena kondisi belum memungkinkan, jadi kita akan tetap Daring hingga ada instruksi lebih lanjut,” tutupnya. (BKA-1)

Comment