by

Orangtua Setujui Belajar Tatap Muka

Ambon, BKA- Kepala SD Kristen Nania, Marthin Pattinasarany, mengungkapkan, orangtua sudah setuju kalau proses belajar tatap muka di sekolah kembali dilakukan. Apalagi menurut mereka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah dilakukan selama sembilan bulan tersebut mulai menjenukan.

“Orangtua sangat setuju untuk belajar tatap muka. Karena anak-anak mereka sudah rindu untuk belajar di sekolah. Jadi kita tunggu intruksi pemerintah saja, lalu kita buka sekolah. Memang kalau sekarang ini belum bisa, karena belum zona kuning. Kalau sudah zona kuning, saya kira kita sudah bisa mulai belajar tatap muka,” kata Pattinasarany, Minggu (8/11).
Untuk mendukung adanya belajar tatap muka tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan komite sekolah untuk pengadaan fasilitas dan peralatan kesehatan di sekolah, guna mencegah penyebaran virus corona ketika proses belajar tatap muka kembali dilakukan.

“Seandainya diperintahkan untuk anak-anak ke sekolah, maka kami pihak sekolah sudah siap protokoler kesehatan di sekolah. Kita sudah gunakan dana BOS untuk membeli alat-alat kesehatan, mulai dari pengukur suhu, wastafel, tisu, masker hingga alat penyemprotan. Semua kita siapkan untuk antisipasi. Selain itu, kita juga sudah membicarakan dengan komite sekolah. Artinya, semua ini untuk anak-anak, jadi kita atur sebagaimana mungkin supaya kalau belajar tatap muka sudah jalan, setiap anak itu sudah dilengkapi dengan peralatan kesehatan,” tuturnya.

Jika belajar tatap muka mulai dilakukan, ungkapnya, maka semua proses belajar mengajar akan kembali berjalan normal. Pasalnya pasca PJJ hingga saat ini, proses belajar dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa saja. Sehingga pola pembelajaran yang dilakukan sekarang ini tidak sesuai lagi dengan tuntutan kurikulum 13 (K13).

“Kalau ikut aturan, berarti ada banyak materi pelajaran yang harus anak-anak ini belajar. Tapi karena kondisi, sehingga materi juga dibatasi. Bukan bararti anak-anak itu tidak belajar. Mereka tetap belajar, namun materinya dipersempit. Itu keadaan saat ini. Tapi saya percaya, kalau kita di zona hijau, kita akang mulai tatap muka lagi,” harapnya. (LAM)

Comment