by

Outcome Diakui Tentukan Mutu Pendidikan

Ambon, BKA- Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G. Latuheru mengaku, bukan hanya multi input dan output untuk mengukur mutu pendidikan. Tetapi, outcome juga dibutuhkan buat kualitas pendidikan. Hal ini dia paparkan saat konferensi XXII PGRI Kota Ambon, Sabtu (21/11).

Dijelaskan, untuk input pendidikan memang dibutuhkan. Dan jika siap untuk berproses, maka dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Sedangkan, output akan bermutu bila hasil belajar di dunia pendidikan baik dan dapat meningkatkan ilmu.

Sementara outcome, sambungnya, dapat bermutu jika saat meninggalkan bangku pendidikan, bisa langsung mendapatkan pekerjaan. Dengan kepintaran yang telah terserap dan mempunyai daya saing yang tinggi dalam pekerjaan.

Menurut dia, tantangan pendidikan abad 21 ini, bagi tenaga pendidik akan semakin berat. Sehingga diperlukan berbagai upaya dalam meningkatkan profesionalisme menyangkut sikap, mental, soft skill serta komitmen para guru. Agar memiliki kompetensi yang sesuai perkembangan zaman.

“Diperlukan guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan,” tandasnya.

Latuheru yang juga selaku Ketua PGRI Kota Ambon, menilai bahwa kondisi pandemi saat ini, sangat mempengaruhi aktivitas PGRI Ambon. Maka di tahun ini, PGRI Ambon fokus pada konsolidasi organisasi untuk bangun solidaritas hingga ke arah cabang pada 5 kecamatan, khususnya pembentukan pengurus-pengurus cabang.

Dan konferensi tersebut, lanjut dia, merupakan momentum strategis karena didalamnya ada pemilihan pengurus baru. Dan didalamnya adalah kumpulan orang-orang yang memiliki visi dan misi kedepan. Sehingga diharapkan, konferensi tersebut dapat melahirkan kader-kader yang memiliki ciri dan prinsip dalam komitmen, serta konsistensi dan etos kerja.

“Kedepan, PGRI dapat membuat program kerja bidang pendidikan yang bisa diadaptasi di Kota Ambon. Mengingat kondisi pandemi yang membuat seluruh relum komponen pendidikan mengalami pergeseran dan proses pembelajaran tatap muka, menjadi pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan,” tandas dia.
Dijelaskan, kinerja dari seorang pendidik harus menguasai pembelajaran berbasis IT dengan pendekatan Teknological Pedagogical Conten and Knowledge (TPACK). Agar mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ambon.

‘’Saya harap para ketua cabang, dapat tingkatkan etos kerja dan hebatkan guru anggota PGRI Ambon yang dibutuhkan semua orang,” harap Latuheru. (BKA-1)

Comment