by

PAD Buru Ditargetkan Rp.40 Miliar

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Buru sebesar Rp 40 miliar di tahun ini. Dan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, Pemkab Buru fokus terhadap pemulihan ekonomi, agar PAD tahun 2021 dapat tercapai.

“Untuk tahun 2021 targetnya sudah ada, karena kondisi kita target 40 miliar untuk PAD. Kalau PAD, kita punya potensi PAD belum terlalu digarap, jadi masih belum maksimal realisasi masih dibawah 30 miliar per tahun,” ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buru, Mohammad Hurry, saat ditemui koran ini, Senin (1/2).

Hurry menjelaskan, di tahun 2020 ada penurunan PAD karena kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh daerah Indonesia, termasuk Kabupaten Buru. Sehingga PAD menurun di tahun sebelumnya.
“Untuk tahun kemarin, kita 23 miliar lebih di tahun 2020. Sementara untuk tahun 2019 kita punya PAD kurang lebih 28 miliar,” beber dia.
Saat ini, lanjut dia, hanya dua sektor penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Buru, yaitu pajak dan retribusi. Sehingga sektor lain juga harus dimaksimalkan lagi, agar bisa mencapai target yang telah disepakati, meski dalam kondisi pandemik.

“PAD Buru dari sektor pajak dan retribusi, pajak galian C, pajak restoran. Tapi lebih dominan disektor pajak dan retribusi,” sebut Hurry.

Diakuinya, pemerintah daerah belum bisa berharap banyak kepada Perusahaan Daerah (PD) Nusa Gelan dalam meningkatkan pendapatan daerah untuk tahun ini.

“Kita juga belum terlalu berharap di kita punya perusahaan daerah. Karena Nusa Gelan masih bergerak hanya di satu bidang saja, dia kelola minyak kayu putih, ekspansi bidang lain belum ada,” tutupnya. (MSR)

Comment