by

Pakai Ganja, Latuheru Diganjar 4 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon akhirnya memvonis Robert Latuheru alias Roy, terdakwa dalam kasus tindak pidana narkotika jenis ganja dengan pidana penjara selama 4 tahun di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ambon,Rabu (9/9).

Didalam amar putusan majelis hakim, selain empat tahun penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.800 juta subsider satu bulan kurungan.

” Menyatakan terdakwa terbukti bersalah menguasai narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ungkap Ketua majelis hakim Jenny Tulak Cs dalam amar putusannya.

Pertimbangan yang meringankan terdakwa berlaku sopan di persidangan, sementara yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon S. Aryani yang sebelumnya menuntut terdakwa agar dipenjara selama 6 tahun, denda Rp.800 juga subsider enam bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 111 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika,”jelas JPU dalam berkas tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 31 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIT, bertempat di kawasan jalan Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku masing-masing Rivano Diky Latuperisa, Feliks Watimena, Andreas Baragain Sahubudin Ubrusan, mendapat informasi dari informan bahwa ada yang akan mengkonsumsi narkoba di daerah Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Dari informasi itu,petugas kemudian mendatangi TKP, namun karena tidak ada gerak gerik orang di TKP, mereka kemudian berjalan terus ke daerah Amahusu. Di sana mereka menangkap terdakwa dengan barang bukti dua linting kecil.

Dari hasil interogasi, terdakwa mengatakan kalau mendapat barang bukti berupa dua linting kecil ganja dari rekannya Arnold Pattilatu (Berkas terpisah).

Setelah mendengar keterangan terdakwa, petugas bersama dia melakukan penangkapan terhadap Arnold di depan Planet Wainitu.

Saat diamankan Arnold, Arnold kemudian membeberkan kalau mendapat barang bukti itu dengan cara membeli dari terdakwa Febri Rimpa.

Setelah menerima informasi tersebut,petugas bersama terdakwa dan Arnold mendatangi tempat tinggal terdakwa di Belakang Soya, tepatnya di kantor JNT untuk menangkapnya.

Kemudian, petugas membawa mereka ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(SAD)

Comment