by

Pandemi, SR014 Jadi Alternatif Penempatan Dana

Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua Barat, Muhamad Alfi Hanafia, mengatakan, untuk mendorong upaya peningkatan kemandirian sumber pembiayaan APBN, khususnya dari pasar domestik, pemerintah telah menerbitkan serangkaian instrument surat berharga negara ritel, yang ditujukan kepada investor individu di dalam negeri.

Dikatakan, SR014 dapat menjadi alternatif penempatan dana masyarakat ditengah pandemi. Karena dijamin aman dan nilainya tetap terjaga.

Peneribitan sukuk ritel tersebut, sambungnya, memiliki nilai strategis dalam upaya melakukan pendalaman pasar domestik. Sukuk Ritel merupakan instrumen inkluasi keuangan yang efektif, yang dapat mendorong terwujudnya transformasi masyarakat, sekaligus perluasan basis investor di pasar domestik.

Diantara produk sukuk ritel, kata Alfi, sukuk ritel yang mulai diterbitkan sejak tahun 2009, yakni, sukuk ritel seri SR014.

“Sepanjang periode penerbitannya, sukuk ritel mendapatkan animo yang sangat besar dari masyarakat. Total akumulasi penerbitan SR01 smpai SR013 tahun 2019 hingga Maret 2020, telah mencapai Rp 24 triliun. Dengan jumlah investor yang diraih, sebanyak 347.145 investor yang tersebar di seluruh provinsi yang ada Indonesia,” ungkap Alfi, disela-sela acara Webinar Bangkitkan Ekonomi Negeri Lewar Investasi SR014, Senin (8/3).

Penerbitan sukuk ritel ini merupakan manifesrasi upaya pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan syariah di tanah air, sebagai produk investasi. Sukuk ritel merupakan instrumen investasi yang aman, karena dijamin oleh pemerintah melalui UU N0 19 tahun 2008 tentang surat berharga syariah negara.

Kewajiban pembayaran imbalan dan nilai nominal suku ritel tersebut, telah dialokasikan pada APBN setiap tahunnya. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, ketika akan berinvestasi di sukuk ritel.

Selain itu, karena sukuk ritel merupakan produk investasi menguntungkan dan dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, maka masyarakat dapat menjadikan SR014 ini sebagai alternatif penempatan dana mereka.

“Diharapkan masyarakat lebih bisa memahami dengan baik dan juga bisa berinvestasi di sukuk ritel, sekaligus berpartisipasi dalam membangun ekonomi negeri,” harapnya.

-Citibank Jadi Mitra Pemasaran Sukuk Negara Ritel Seri SR014-

Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) telah menerima mandat dari pemerintah Indonesia untuk berperan sebagai Mitra Distribusi (Midis) dalam penyaluran Sukuk
Negara Ritel Seri SR014 kepada masyarakat Indonesia. Penerbitan Seri Sukuk Negara Ritel sendiri telah dilakukan sejak 2009 untuk mendukung upaya pengembangan pasar keuangan Syariah dan inklusivitas sektor keuangan di tanah air, khusus untuk investor individu yang
merupakan warga negara Indonesia.

Citi Indonesia Retail Banking Head Steven Suryana menyatakan, “Citi Indonesia ikut bangga dapat menjadi Mitra Distribusi untuk pemasaran SR014 dan mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk memanfaatkan instrumen keuangan ini. Kami sekaligus mengajak saudara-saudara yang khususnya berdomisili di Indonesia bagian timur, untuk lebih mengenal SR014 melalui acara Marketing Webinar yang bertajuk “Bangkitkan Ekonomi Negeri Lewat Investasi SR014.”

Sukuk Negara Ritel Seri SR014 sudah dapat dipesan oleh masyarakat melalui Citi Indonesia mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2021. Masyarakat dapat berpartisipasi menjadi investor SR014 dengan menjadi nasabah Citibank dan memanfaatkan fitur eBonds yang tersedia di Citibank Online. Partisipasi dalam pemasaran Sukuk Ritel seperti SR014 ini juga menjadi bentuk komitmen Citi Indonesia dalam memaksimalkan platform digital untuk memberikan kemudahan
bertransaksi bagi nasabah.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan bagi nasabah dalam menjalankan transaksi. Selain itu, peluncuran fitur eBonds melalui Citibank Online juga sejalan dengan visi kami untuk memperlengkap layanan Wealth Management kami. Hingga Februari 2021, penetrasi digital Citi untuk transaksi investasi di bawah layanan Wealth Management berada di angka 59.1% atau meningkat sebesar 43.6% secara year-on-year (YoY),” ungkap Steven Suryana. (KJH)

Comment