by

Party di Batu Kuda Tulehu Resahkan Warga

Hampir saban hari tempat wisata Batukuda yang berlokasi di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah selalu dipakai anak remaja hingga orang dewasa untuk acara party.

Tentu hal ini, membuat warga Negeri Tulehu dan Tenga-Tenga dibuat resah. Sebab, 90 persen dari mereka yang berjoget dipengaruhi Minuman Keras (Miras). Dan itu dapat berpotensi kericuhan.

Kondisi ini sangat miris. Namun Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Saluhutu serta Pemerintah Negeri Tulehu sendiri terkesan diam. Kedua pihak ini, diduga mengambil keuntungan.

Pantauan Media ini, Selasa 8 Juni lalu sekitar pukul 15.25 Wit, anak baru gedeh yang masih duduk dibangku SMA juga menggelar party ditempat destinasi tersebut.

Mereka bergoyang tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Padahal, seperti yang diketahui, hingga sekarang, Covid-19 masih mewabah. Belum dapat dimusnahkan.
Seorang warga Negeri Tenga-Tenga mengaku, ketika melintas kawasan destinasi itu, pasti jantung dibuat tegang. Sebab banyak remaja yang mabuk sekitaran Batukuda.

“Batukuda itu kalau kita lewat pasti saja ada orang mabuk sambil nonton pesta. Kita takut orang mabuk anarkis disitu,” kata sumber yang tak mau namanya dikorankan.
Ditakutkan, bisa terjadi kesalah pahaman antar warga Tulehu dan Tenga-Tenga yang dilakukan pemuda-pemuda yang sementara lagi dikuasi Miras saat berada di kawasan Batukuda.

“Wisata ini masuk kawasan Tulehu. Tapi kita pulang kampung musti lewat akang. Orang mabuk ini bisa bikin kita salah paham dengan orang Tuluhe, ” kesal sumber itu lagi.

Senada, seorang warga Tulehu inisial NS mengungkapkan, party di Batukuda sering dilakukan anak remaja hingga orang dewasa pada siang sampai sore hari. Malamnya tidak.

“Setahu saja, pesta di batukuda itu joget siang sampai sore hari. Kalau malam mereka tidak lagi berjoget,” sebut NS di Tulehu.
Menyikapi soal ini, NS berharap Pemerintah Negeri Tulehu dan Polsek Kecamatan Salahutu dapat mengatasinya, sebelum ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Pemerintah Negeri bersama Polsek harus bisa atasi ini. Jang sampai ke depan terjadi hal yang tidak diinginkan di masyarakat,” tutur NS.

NS menegaskan masalah tersebut harus menjadi cacatan penting yang harus diselesaikan pihak kepolisian dan Pemerintah Negeri setempat.

“Harus ada kolaborasi antara polisi deng pemerintah setempat untuk menuntaskan ini. Anak-anak masih sekolah saja sudah ikut-ikut party. Itu kan tidak bagus, ” jelas NS.

NS menduga, pihak kepolisian dan Pemerintah Negeri Tulehu sudah mengetahuinya. Namun tidak mau mengambil tindakan tegas.
“Mungkin Polsek dengan Pemerintah Negeri sudah dibayar. Karena yang pasti kalau ada acara pesta harus ada ijin keramaian dari Pemerintah Negeri dan Polsek. Kalau betul kenapa harus biarkan ijin?, ” tutup NS. (IAN)

Comment