by

Pasien Covid-19 Meninggal di Buru, dr. Helmi: Paru-Parunya Putih Semua

Seorang pasien positif terpapar Covid-19 dinyatakan meninggal dunia, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea, Kabupaten Buru, Jumat, (9/7), pukul 20.00 WIT.

Pasien yang meninggal dunia terpapar Covid-19 tersebut merupakan pengusaha, MY (43), berjenis kelamin laki-laki.

Direktur RSUD Namlea, dr. Helmi Koharjaya, menjelaskan, pasien yang dinyatakan meninggal akibat terjangkit virus corona tersebut sudah sakit dirumahnya, sebelum dilarikan ke RSUD Namlea yang ada di Lala.

“Iya, dia (pasien) positif Covid-19. Pasien itu kan dia sudah sakit sebelumnya di rumah sekitar lima hari, dan setelah itu masuk rumah sakit,” kata dr. Helmi kepada BeritaKota Ambon, Minggu (11/7) sore.
Saat masuk ke RSUD Namlea, terang dr Helmy, pasien langsung ditangani dokter. Namun pasien tersebut akhirnya tidak tertolong, akibat pemburukan pada sistem pernafasannya.

“Sudah ditangani dokter, hanya saja dia mengalami pemburukan di sistem pernafasannya yang bermasalah, karena paru-parunya putih semua. Gambarannya has sekali terkait Covid-19,” ungkapnya.
Namun saat ditanya terkait almarhum masuk ke RSUD Namlea sejak kapan, dirinya mengaku sudah tidak ingat lagi.

“Saya sudah tidak ingat dia (pasien) masuk (RSUD Namlea) tanggal berapa. Namun, dia dirawat di rumah sakit sekitar tiga atau empat hari,” sebutnya.
Orang nomor satu di RSUD Namlea ini menambahkan, masyarakat maupun keluarga tidak bisa melakukan pemakaman kepada jenazah almarhum. Untuk itu, sebelum meninggalkan RSUD menuju ke tempat pemakaman, jenazah almarhum didoakan keluarga.

Kemudian, prosesi pemakaman jenazah dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuburan China Namlea, Jumat (10/7), sekitar pukul 01.00 WIT.
“Iya, sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Dan yang memakamkan jenazah dari tim kesehatan Kabupaten Buru, dan langsung malam itu dikebumikan di TPU Kuburan China di Kota Namlea,” pungkasnya.
(MSR)

Comment