by

Pasutri Pembunuh Bocah Dihukum Bervariasi

AMBON-BKA, Pasangan suami istri (Pasutri), yang terjerat kasus pembunuhan bocah berusia 8 tahun di Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, yakni Maria Kabis alias Mery dan suaminya, Edy Maunusu dihukum bervariasi oleh majelis hakim di Pengadilan negeri Ambon, Senin (26/7).

Di dalam amar putusan ketua majelis hakim, terdakwa Maria Kabir alias Mery divonis 12 tahun penjara, sementara suaminya Edy Maunusu divonis selama 10 tahun di kurangi selama kedua terdakwa berada dalam tahanan.

Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 338 KUHPidana. Selain pidana badan, kedua terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subside 3 bulan kurungan.

“Menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia akibat luka di sekujur tubuh. Serta memerintahkan agar kedua terdakwa tetap di tahan,”jelas ketua majelis hakim, Wilson dalam amar putusannya.

Usai mendengarkan putusan majelis hakim, kuasa hukum kedua terdakwa, Morits Latumeten mengatakan banding atas putusan tersebut.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Ambon, E.B. Leunupun, menuntut terdakwa Maria Kabir alias Mery, sebagai eksekutor utama pembunuhan bocah 8 tahun di Kudamati, Kecamatan Nusaniwe,Kota Ambon dengan pidana penjara selama 15 tahun. Sedangkan suaminya, Edy Maunusu dituntut 14 tahun penjara.
Selain pidana badan, keduanya juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Kedua terdakwa diancam melanggar pasal 338 KUHPidana.
Tuntutan ini disampaikan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Wilson, didampingi dua hakim anggota lainnya di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Jumat (1/7).

Pertimbangan yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah di hukum, sedangkan yang memberatkan, akibat perbuatan kedua pasutri ini membuat korban meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, dua terdakwa yang berprofesi sebagai ASN ini, yakni terdakwa Maria merupakan guru di SD Negeri 82 Ambon, sedangkan suaminya sopir mobil Ambulance RSUD Haulussy.

Dalam dakwaan jaksa,akibat tindakan penganiayaan kedua terdakwa, korban mengalami luka memar di punggung, pendarahan di dada kanan dan mata kanan , memar di dagu, pendarahan di telinga kiri dan kanan, pendarahan di hidung, memar di betis kanan, luka robek dibibir atas dan bibir bawah, pendarahan di usus kecil dan memar di paha kiri.

Motif dari kematian korban, kedua terdakwa merasa geram atas sikap korban yang tidak mau makan, saat diberi makan oleh terdakwa Maria. Akhirnya penganiayaan itu terjadi hingga akhirnya nyawa korban tidak tertolong.(SAD)

Comment