by

Pawai Takbiran Keliling Ditiadakan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru melarang pelaksanaan takbiran keliling, jelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah.

Larangan tersebut dibuat untuk mencegah, terjadinya penyebaran virus Covid-19 di kalangan jamaah yang merayakan Idul Adha di Kabupaten Buru.

Keputusan untuk meniadakan pawai obor saat malam takbiran, dibuat berdasarkan keputusan bersama lintas sektor, di ruang rapat utama Kantor Bupati Buru, pekan kemarin.

Rapat tersebut dipimpin Asisten III Pemkab Buru, Mansur Mamulaty mewakili Bupati Buru Ramly Ibrahim Umasugi. Hadiri Satgas Penaganan Covid-19 Kabupaten Buru, Polres Pulau Buru, Kodim 1506 Namlea, MUI Kabupaten Buru, Kemenag dan Imam Masjid Agung Al-Buruj Namlea, Ustad Mukaddar.

Sekertaris Satgas Penaganan Covid-19 Kabupaten Buru, Azis Tomia, mengatakan, pemberlakuan kebijakan ini bertujuan agar mencegah cluster baru penyebaran Covid-19.

“Sesuai hasil rapat kita pada hari ini, yang dilarang itu pawai takbiran, tidak ada. Maksudnya, takbir keliling dilarang dilaksanakan, tetapi silahkan takbir di masjid masing-masing dengan penerapan prokes,” kata Azis, kepada BeritaKota Ambon, di Kantor Bupati Buru, Jumat (16/7).

Selain itu, kata dia, tradisi hadrat atau mengarak hewan kurban keliling kampung sebelum disembelih, juga ditiadakan.

“Tidak ada hadrat untuk penyembelihan hewan kurban. Jadi langsung saja disembelih di masjid masing-masing. Khusus untuk distribusi hewan kurban juga sama. Tidak lagi di masjid, tapi panitia nanti wajib mengantar secara langsung ke masyarakat sebagai penerima,” ujar Azis.

Sementara untuk Shalat Idul Adha, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Buru itu menjelaskan, berdasarkan hasil rapat bersama, tetap dilaksanakan di masjid.

“Sudah memutuskan, bahwa Shalat Idul Adha akan dilaksanakan seluruh masjid yang ada di Kabupaten Buru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tapi seluruh masyarakat yang masuk ke masjid, itu wajib memakai masker,” ungkapnya.

Putra asal Kepala Madan ini mengaku, akan ada tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru yang akan turun ke masjid-masjid untuk pengawasan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat beribadah.

“Iya, teman-teman dari TNI, Polri dan dari Satpol PP, dan juga dari remaja-remaja masjid, nanti diberdayakan untuk mengontrol penerapan proses keamanan dan ketertiban Shalat Idul Adha di masjid masing-masing,” pungkasnya. (MSR)

Comment