by

Pdt. Maspaitella: Pelayanan Sesuai PIP dan RIP GPM

Ambon, BKA- Setelah terpilih sebagai Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. Elifas Maspaitella, mendapat dukungan dari lingkup MPH Sinode, jemaat serta masyarakat, untuk menjalankan roda kepemimpinannya di masa priodisasi 2020-2025 untuk kepemimpinnya.

Terhadap dukungan tersebut, Pdt. Elifas Maspaitella, mengucap syukur kepada Tuhan, karena semua proses itu bisa berlangsung sampai selesai.

“Saya berterima kasih untuk seluruh pelayan dan jemaat yang selama ini menopang GPM dalam pergumulan,” ujarnya, kepada awak media via handphone, Kamis (18/2).

Di masa kepemimpinannya untuk lima tahun kedepan, jelasnya, akan berjalan sesuai keputusan sinode pada program tahunan 2021, sebagaimana Pola Induk Pelayanan (PIP) dan Rencanan Induk Pengembangan (RIP) pelayanan GPM.

Untuk itu, katanya, GPM akan tetap mengembangkan pola pelayanan dalam semangat pastoralia. Sebab apapun masalah bergereja, mesti diselesaikan dalam pendekatan pastoralistik.

Ia menyadari, banyak masalah dalam hidup bergereja. Tapi harus dapat diselesaikan, dengan cara meningkatkan komunikasi pastoralia.

Sedangkan terkait karakter pelayanan gereja, karakter umat, kata mantan Sekretaris Umum Sinode GPM Maluku itu, akan berusaha ditingkatkan dengan menumbuhkan kesadaran bergereja di seluruh pelayanan dan warga gereja.

Hal itu semata-mata dilakukan untuk menggerakan partisipasi dan dukungan seluruh jemaat, untuk melaksanakan amanat Tuhan ditengah dunia, baik di Sinode, Klasis, maupun Jemaat.

Tak hanya itu, GPM juga akan tetap terpanggil merawat keutuhan bangsa, dengan menjadikan keragaman sebagai potensi kekuatan untuk merajut persaudaraan. Semangat gereja orang basudara, akan tetap menjadi bagian dari gerak langkah GPM ditengah-tengah bangsa.

“Kita juga dapat menjamin keadilan. Karena itu, kita akan berusaha untuk membangun koinonia yang lebih tranformatis, baik di gereja sendiri maupun diantara umat beragama, dan stakeholders yang lain termasuk pemerintah,” ucapnya.

Apalagi sebagai gereja di daerah kepulauan di Maluku dan Maluku Utara, ungkapnya, ada banyak tantangan sosial bermasyarakat yang juga harus dijawab oleh gereja. Atau disisi lain, gereja dapat membantu seluruh masyarakat menemukan jawaban atas masalah sosial yang dihadapi dalam konteks kepulauan.

Begitu juga kerjasama Oikumene dalam gereja, katanya, akan tetap dirawat dan dibingkai sesuai tujuan keesaan gereja-gereja di Indonesia, yaitu, mewujudkan Gereja Kristen Indonesia yang lebih terbuka kepada persahabatan seluruh umat beragama dan warga gereja.

Kehidupan beragama, lanjutnya, tetap dibangun dengan fondasi kultural sebagai orang Maluku dan Maluku Utara. Sebab nilai-nilai ini adalah nilai teologis yang harus diterjemahkan dalam membangun tatanan hidup keagamaan di Indonesia, bahkan di dunia. Bahkan GPM sudah saatnya mengaungkan seluruh pranata-pranata teologi, pranata-pranata sosial lokal yang menjadi nilai universal untuk merajut jalinan keagamaan di seluruh dunia.

“Saya kira itu panggilan GPM untuk mewartakan misi damai sejahtera Allah di Indonesia dan seluruh dunia, sesuai visi misi kita,” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan, hal yang perlu diperhatikan, yaitu, pandemi Covid-19. Terkait hal ini, GPM sudah melakukan banyak langkah edukatif dalam situasi Covid-19 sejak 22 Maret 2020, ketika virus itu melanda Maluku dan Maluku Utara.

Proses edukasi berlangsung efektif di jemaat, baik di kategorikan zona merah maupun hijau. Semuanya berjalan bersama. Hal ini menunjukan kesadaran jemaat tentang bencana non alam ini, membuat kita terikat menjadi satu gereja.

“Jadi disitu GPM telah menunjukan bagaimana menata pelayanan, dan berkomitmen sesungguhnya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Terkait kepemimpinnya sampai 2025 mendatang, ia berharap, seluruh warga jemaat GPM tetap membangun hidup keluarga dan rumah tangga mereka, sebagai keluarga dan rumah tangga berkualitas dan beriman.

“Ditumbuhkanlah pembinaan keluarga, karena kekuatan gereja kita ada pada keluarga yang utuh, harmonis. Ada pada anak-anak kita yang sebenarnya harus mendapat perhatian, pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.(BTA)

Comment