by

Pedagang dan Penjagal Sapi Tolak RPH


Walikota: Saya Akan Cari Solusi

Ambon, BKA- Rencana Pemerintah Kota(Pemkot) Ambon untuk memindahkan Rumah Potong Hewan (RPH) Mardika ke kawasan Tawiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kota Ambon, mendapat penolakan dari sejumlah pedagang dan penjagal (pemotong) sapi.
Namun terkait penolakan itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, berjanji akan mencari solusi yang terbaik.

Sebelum bertemu dengan walikota, terlebih dahulu para pedagang dan penjagal sapi melakukan pertemuan dengan Plh. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon, G.D.S Nendissa, di ruang kerjanya, Rabu (4/11), guna membahas rencana pemindahkan RPH Mardika.

Pada pertemuan itu, para pedagang dan penjagal sapi menyampaikan penolakan mereka terhadap rencana itu. Dengan alasan, di RPH Mardika terdapat dua jenis hewan yang dipotong. Yakni, sapi dan babi. Namun, yang ingin dipindahkan Pemkot Ambon ke RPH baru di kawasan Tawiri, hanya RPH Sapi.

Namun Plh Kadis Pertanian bersikeras dengan pemindahan itu. Dengan alasan, RPH Babi belum dipindahkan karena Pemkot masih mencari lokasi yang tepat.

Salah satu pedagang sapi, Sarif, yang dikonfirmasi Berita Kota Ambon usai menghadiri pertemuan itu, mengatakan, Plh Kadis Pertanian terkesan telah melakukan diskriminasi, antara RPH Sapi dan Babi.

“Ini seperti ada diskriminasi saja. Kalau memang mau dipindahkan, kenapa tidak kedua RPH. Koq RPH Sapi saja yang dipindahkan. Lagian lokasi baru yang ditempatkan pemerintah, jauh dari jalan umum, kurang lebih 4 kilo. Maknya kami menolak untuk dipindahkan,” tegas Faisal.

Selain jauh, dari sisi keselamatan juga belum bisa menjamin, lantaran mereka masih trauma dengan pristiwa 20 tahun lalu yang melanda Kota Ambon, karena lokasinya berdekatan dengan warga pengungsi paska konflik.

Tidak puas dengan hasil pertemuan bersama Plh Kadis Pertanian, para pedagang dan penjagal sapi berinsiatif untuk bertemu langsung dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Setelah menunggu sekitar 90 menit, akhirnya walikota yang didampingi Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, menemui pedagang dan penjagal sapi itu di pelataran Balai Kota.

Mendengar keluhan para pedagang dan penjagal sapi, orang nomor satu di Kota Ambon itu berjanji, akan mencari solusi yang terbaik kepada pedagang maupun Pemkot Ambon.

Menurut Louhenapessy, Pemkot Ambon memang telah merencanakan pemindahan RPH Sapi dan Babi ditempat berbeda, di kawasan pinggiran kota. Namun sebagai langkah awal, RPH Sapi yang dipindahkan terlebih dulu karena RPH barunya telah selesai dibangun.

Sedangkan RPH Babi, direncakan pindah pada2021 mendatang. Rencana lokasinya di Kecamatan Nusaniwe.

“Semuanya direlokasi, baik RPH Sapi maupun Babi. Jadi begini, RPH sapi itu saya tidak mau didekat RPH Babi. Saya sudah perintahkan cari dibagian Leitimut Selatan atau di Nusaniwe,” ujar walikota.

terkait pertanyaan pedagang soal, kenpa harus RPH Sapi yang lebih dulu dipindahkan, Walikota mengatakan, lantaran proyek RPH yang turun dari Pemerintah Pusat yang lebih dulu. Sedangkan untuk RPH Babi baru akan ada di tahun 2021.

“Kalian tidak usa khawatir dengan keselamatan. Orang Laha kan ada disitu. Tidak usah berpikir hal-hal yang lain. Tapi kalau kalian punya alasan lokasinya jauh, ya nanti kita cari solusi yang terbaik. Biar kalian juga senang dan saya juga senang. Jangan cuma walikota senang, lalu kalian tidak. Itu saya tidak mau. Harus dua-duanya sama-sama senang,” pungkas Louhenapessy. (RHM)

Comment