by

Pedagang Desak Disperindag Fasilitasi Listrik

Ratusan pedagang yang menempati lapak di pasar Apung Mardika, kembali mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon untuk segera memfasilitasi listrik pada seluruh lapak yang ada. Sebab, lapak yang disediakan itu tidak difasilitasi listrik.

“Kalau mau ajukan permohonan ke PLN untuk masukan listrik di Pasar Apung, kami butuh bukti, bukan omong kosong,” kesal salah satu pedagang yang takut namanya disebutkan, saat menghubungi Koran ini, Rabu (14/7).

Menurutnya, jika benar Pemerintah Kota Ambon lewat Disperindag sanggup untuk memfasilitasi listrik pada masing-masing lapak yang ada, maka harus segera dilakukan. Bukan hanya janji semata yang disampaikan oleh Kepala Disperindag Kota Ambon, Sirjhon Slarmanat.

“Saya berharap bukan pasang satu meteran untuk semua kios. Tetapi setiap kios harus dipasang meteran masing-masing. Karena listrik ini menjadi kendala besar ke kami (pedagang) di Pasar Apung. Kami sudah bayar biaya sewa 3 juta per lapak, tapi nyatanya lapak tidak difasilitasi listrik,” ungkapnya.

Menurutnya, terkait perbaikan lapak semi permenen yang sudah mulai membusuk itu, akan diperbaiki para pedagang. Asalkan listrik sudah difasilitasi pada masing-masing lapak yang ada.

Kami sanggup perbaiki lapak ini, asalkan listrik difasilitasi oleh Disperindag. Jangan lagi kami yang sudah bayar sewa lapak, tapi dibebankan lagi dengan biaya pemasangan listrik, pungkasnya.

Tempat terpisah, Kepala Disperindag Kota Ambon, Sirjhon Slarmanat, kepada wartawan mengaku, kendala listrik yang dialami para pedagang di Pasar Apung dapat diselesaikan.

“Kita bisa mediasi dan memfasilitasi kalau ada hal-hal yang kurang. Katakanlah seperti permohonan untuk memasukan listrik. Kita mengajukan permohonan ke PLN untuk listrik segera dimasukkan,” terangnya.

Sirjhon menjelaskan, ketika para pedagang yang terkena dampak revitalisasi Pasar Mardika direlokasi ke Pasar Apung, maka segala kerusakan pada lapak yang ada menjadi tanggung jawab pedagang untuk dibenahi.

“Saat direlokasi itu diharapkan, dibenahi. Karena itu (Pasar Apung) akan jadi tanggung jawab dari pedagang yang menempati,” sebutnya.

Menurutnya, kios atau lapak di Pasar Apung itu sudah dibangun selama setahun lebih oleh pihak ketiga. “Sehingga dalam kurung waktu begitu lama, kalau tidak ditempati itu pasti terjadi kerusakan kecil-kecil,” tutupnya. (IAN)

Comment