by

Pedagang Takjil Di Lala Meningkat

Puluhan warga di Desa Lala, Kecamatan Namlea, memanfaatkan momen tahunan bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Diantaranya, menjadi pedagang takjil.

Memang keadaan ini tidak bisa dihindari, karena setiap bulan puasa kebutuhan masyarakat semakin meningkat. Hal itu didorong oleh pola konsumsi masyarakat yang tinggi.

Salah satu pedagang takjil, Ibu Hasnawati, mengatakan, sebenarnya dia berprofesi sebagai petani. Namun untuk sementara beralih pekerjaan menjadi pedagang takjil selama bulan puasa.


“Pekerjaan tetap petani kecil, tapi karena bulan puasa, jadi berjualan dulu untuk namabah-nambah penghasilan,” kata Hasnawati, kepada BeritaKota Ambon, Kamis (6/5).

Hasnawati, hanya satu dari sedikit pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Desa Lala. Biasanya, sepanjang jalan trans menuju Kecamatan Lilialy ini sangat ramai dengan penjual takjil di Sore hari, jelang buka puasa.

Para pedagang takjil ini membuka lapak di pinggir jalan. Ada banyak jajanan yang ditawarkan kepada masyarakat, baik berupa kue, gorengan, hingga minuman. makakan hingga minuman.

“Kalau bulan puasa begini memang banyak yang berjualan. Alhamdulillah bisalah untuk nambah penghasilan,” ungkapnya.

Kebanyakan penjual takjil merupakan ibu rumah tangga. Ada juga mahasiswa yang memerlukan uang tambahan, juga turut menjual kue-kue dan minuman di pinggir jalan.

Dia mnuturkan, awalnya merasa ragu untuk ikut berjualan, karena melihat banyaknya pedagang takjil yang membuka lapak di pinggiran jalan. Tapi ternyata, hampir setiap hari rejeki terus mengalir.

“Awalnya saya rasa ragu untuk menjual. Tapi ternyata, alhamdulillah juga sampai sekarang habis terus jualanku,” pungkasnya.(MG-1).

Comment