by

Pegawai Kementerian Dikbud Gadungan Diringkus Polisi

Nikodemus Gerkora, berhasil diamankan polisi di Markas Polres Maluku Barat Daya (MBD). Ia membawa kabur uang warga di Desa Laitutun, Kecamatan Pulau Letti dengan total sebesar Rp.8.300.000, hasil penipuan.

Aksi tipu terhadap sejumlah warga berhasil dijalankan setelah mengaku sebagai pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pusat di Jakarta. Namanya pun disamarkan menjadi Drs. H. Irfan, M.Si.

Kapolres MBD, AKBP Budi Adhy Buono, mengungkapkan, pelaku berhasil diamankan pada Senin (31/5/2021). Ia diciduk setelah personil Polsek Serwaru menerima laporan masyarakat Desa Laitutun.

Menurut Kapolres, sesuai pengakuan Sekretaris Desa Laitutun, M. Miru, pelaku diketahui pernah melakukan aksi serupa di tahun 1986 silam. Setelah itu, pelaku menghilang.

Baru pada sekitar bulan Februari 2021, Nikodemus balik lagi ke Desa Laitutun. Bukannya bertobat, pelaku kembali berulah.

“Modus penipuan yang dilakukan adalah berpura-pura sebagai anggota BKKN dengan nama samaran Drs. H. IRFAN, M.Si,” kata Budi melalui telepon genggamnya, Selasa (1/6).

Selain mengaku sebagai anggota Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), modus lain yang digunakan yaitu menyamar sebagai pegawai Kementrian Dikbud Pusat dan mengecek mengecek ijazah asli atau palsu.

“Pelaku juga mengaku sebagai Bandar Togel, dan menipu beberapa masyarakat. Ada sekitar 8 orang warga yang sudah berhasil ditipu,” terangnya.

Sejumlah warga yang sudah dirugikan oleh pelaku yakni Yunus Pilimau. Ia mengalami kerugian sebesar Rp.1.790.000. Di mana, pelaku meminjam uang dari korban sebesar Rp. 1.400.000, ditambah uang rokok sejumlah Rp.390.000.

Hesron Pilimau, juga mengalami hal serupa. Pelaku menjanjikan akan menjual motor sebesar Rp.6.500.000. Namun sebelum dijual, ia meminta uang sebesar Rp.2.000.000. Sisanya baru akan ditambah istrinya yang berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, Abner Dady juga mengaku telah dirugikan sebesar Rp.500.000, Sokrates Porusady Rp.500.000, dan Abraham Mehnuta Rp.250.000. Korban Abraham Mehnuta ini dijanjikan pengurusan ijasah kontrak untuk dijadikan sebagai PNS.

Korban lainnya, kata Budi, yakni Pelipus Mehnuta yang memberikan uang sebanyak Rp.310.000 kepada pelaku. Ia meminta pelaku membeli rokok dan tabaku (tembakau) dari Kupang.

“Kalau Ibu Febby Tarekar/Sabonu dirugikan sebanyak Rp.2.500.000. Uang ini untuk Pengurusan Ijasah, di tambah uang pulsa sebesar Rp. 200.000. Kemudian Bapak Semy Domlay sebesar Rp.250.000, untuk pengurusan Ijasah,” katanya.

Kasus tindak pidana penipuan ini dilaporkan kepada polisi setelah warga mengetahui pelaku meninggalkan Desa Laitutun pada 22 April 2021. Ia berangkat menuju Moa.

Sebelum berangkat, pelaku mengaku akan menuju Moa untuk melakukan print buku tabungan di Bank BRI. Sejak saat itu, pelaku tak kunjung dilaporkan hingga kasusnya dipolisikan.

“Dia tidak kembali lagi ke desa Laitutun dan informasi terakhir pelaku berada di Kecamatan Pulau Lakor Desa Letoda Dusun Letwaru,” katanya.

Keberadaan pelaku diketahui setelah Yesi Pilimau, anak dari Yunus Pilimau memposting foto Pelaku di madia sosial facebook. Postingan itu kemudian dikonfirmasi oleh Wans Tanewa.

“Berdasarkan informasi dari Kapolsek Serwaru tentang keberadaan pelaku, maka pada pukul 18.00 WIT, 4 personil Polsek Moa – Lakor bertolak menggunakan speedboat dari pelabuhan Moain Pulau Moa menuju pelabuhan Sila Pulau Lakor, untuk menangkap pelaku,” katanya.

Selang 20 menit berlalu, personil Polsek Moa Lakor berhasil mengamankan pelaku. Ia lalu digelandang kembali menuju Pelabuhan Moain, dan selanjutnya dibawa ke Markas Polres MBD.

“Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Sat Reskrim Polres MBD. Pelaku masih dalam pemeriksaan,” tandasnya.(SAD)

Comment