by

Pejabat Bebas Masukkan Keluarga Honor di Kemenag

Ambon, BKA- Sistim rekrutmen tenaga honorer dilingkup Kanwil Kemenag Maluku, diduga hanya terfokus pada siapa yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat di instansi itu.

Kebebasan itu tidak terhalang oleh pandemi Covid-19, yang menyebabkan adanya refocusing anggaran di setiap instansi untuk untuk penanganan wabah tersebut. Termasuk dilingkup Kanwil Kemenag Maluku.

Akibat refocusing tersebut, otomatis anggaran setiap instansi menjadi terbatas. Salah satunya anggaran pembayaran penambahan tenaga honorer.

Namun dilingkup Kanwil Kemenag Maluku, hal itu diduga tidak berlaku. Mereka yang menjabat Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Bidang (Kabid), bebas untuk memasukkan anak, ponakan dan keluarga dekat, sebagai honorer di instansi bermoto “Iklas Beramal” itu.

Praktik itu pun diduga dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Jamaluddin Bugis, yang memasukkan keluarganya sebagai tenaga honorer di kantor yang dipimpinnya itu.

Tapi bagi pegawai biasa yang tidak memiliki jabatan, tidak bisa melakukan itu. Alasannya, tidak ada anggaran untuk membayar gaji honorer.

“Tidak ada keadilan bagi kami pegawai biasa yang ingin anaknya sebagai tenaga honor. Kalau ditanya alasannya, mau dibayar pakai apa, karena tidak ada anggaran. Tapi kok anak pejabat bisa masuk, termasuk keluarga dari KaKanwil Kemenag juga baru masuk sebagai tenaga honorer. Dimana rasa keadilannya,” ungkap salah satu pegawai Kemenag Maluku yang tidak mau namanya dikorankan, kepada BeritaKota Ambon, Senin (21/12).

Sumber mengungkapkan, bahwa selama menjabat sebagai KaKanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis sudah memasukkan dua ponakannya sebagai honorer. Seorang ditempatkan pada Subag FKUB dan lainnya pada Sekretariat Kanwil Kemenag Maluku.

“Selain itu ada juga anak ibu Wati Kabalmay yang merupakan Kasi Pendidikan Madrasah, dan anak pak La Ciri yang merupakan Kasi Kepegawaian/Ortala dan Kasi Perencanaan, yang anaknya ditempatkan di Pelayanabn Terpadu Satu Pintu (PTSP),” beber sumber tersebut.

Sebagai ASN Kanwil Kemenag Maluku, sumber tersebut tentu sangat kecewa dengan kebijakan pimpinannya dalam merekrut tenaga honorer, yang hanya melihat jabatan seseorang saja.

“Dong (Mereka) ini aneh. Giliran beta (saya) mau kasih masuk anak saya, bilang tidak ada anggaran. Mau bayar pakai apa. Giliran dong (mereka) anak, lolos gampang-gampang saja. Padahal kalau lihat dari kemampuan, apa yang mereka punya tidak ada apa-apanya,” tandas sumber.

Terkait hal tersebut, Kasi Kepegawaian dan Ortala Kanwil Kemenag Maluku, La Ciri, yang coba dikonfirmasi via seluler beberapa kali, belum bisa dihubungi.(RHM)

Comment