by

Pekan Ini, Pembunuh Di Air Mata Cina Divonis

AMBON-BKA, Jefry Safry Leinussa, terdakwa kasus pembunuhan di kawasan Air Mata Cina, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, dijadwalkan pekan ini, akan menggelar sidang pembacaan putusan majelis hakim.

Kuasa hukum terdakwa, Herberth Dadiara mengatakan, terhadap putusan majelis hakim, sebagai kuasa hukum, ia menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim.

“Agendanya pekan ini putusan. Kita serahkan semua kepada majelis hakim saja,” ujar Dadiara, Minggu (1/8).

Menurutnya, perkara ini, tinggal tahap akhir saja. Yakni pembacaan putusan. Untuk itu selaku kuasa hukum terdakwa, ia berharap ada kebijaksanaan hakim yang akan memutus perkara ini.
” Kita minta jaksa bijak dalam memutus kasus ini, karena semua bukti kita telah ajukan,” tandasnya.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon, menuntut Jefry Safry Leinussa dengan pidana penjara selama 15 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (12/7).
Penuntut umum dalam amar tuntutannya menyebut, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim agar menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun di potong masa tahanan,” jelas JPU, Beatrik A. Temmar, dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Lutfi Alzagladi cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara.

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, sedangkan yang memberatkan, akibat perbuatan terdakwa, korban kehilangan nyawa.

Baca: Jaksa Akan Garap Tersangka ADD Haria

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Beatrik N. Temmar, dalam berkas dakwaannya, menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa tepatnya 1 Januari 2021, sekitar pukul 12.30 WIT, tepatnya di dalam kamar kosong dekat kamar kost milik korban di kawasan Air Mata Cina.

Awalnya, terdakwa bersama korban Jhon, saksi Frits dan saksi Topan, bersama-sama mengkonsumsi minuman keras. Karena korban sudah mabuk, terdakwa bersama rekannya Frits membawa korban ke lantai II kamarnya untuk istirahat.

Saat sampai lantai II, korban tidak tahu mengapa memukul kepala terdakwa menggunakan benda tajam mengenai pelipis kiri, mengakibatkan kepala terdakwa terluka. Selanjutnya, terdakwa menarik tubuh korban ke dalam kamar kosong dekat kamar kost korban, yang berada di lantai II. Kemudian terdakwa turun ke lantai I untuk membersihkan luka pada pelipisnya.

Karena tidak puas dengan tindakan korban, terdakwa kembali naik ke lantai II, lalu mengambil sebilah pisau yang berada di samping korban, kemudian menusuk tubuh korban mengenai rusuk kiri, leher dan dada korban secara beruntun, hingga korban tewas. (SAD)

Comment