by

Pekan Ini, Pembunuh Warga Hatiwe Divonis

beritakotaambon.com – Sesuai jadwal persidangan, pekan ini, Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon akan memvonis, Sendi (19), terdakwa kasus pembunuhan terhadap pemuda Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kuasa hukum terdakwa, Herberth Dadiara, mengatakan, sebagai kuasa hukum, dirinya tetap menginginkan yang terbaik bagi kliennya. Hanya saja, semua keputusan tergantung kewenangan majelis hakim.

“Sebagai PH ( Penasehat Hukum), kita serahkan kepada majelis yang punya wewenang. Tapi kita berharap, ada asas keadilan dalam perkara ini,” ungkap Dadiara, Minggu (29/8).

Menurutnya, semua keterangan saksi di persidangan sudah diketahui majelis hakim secara terang benderang. Untuk itu, kuasa hukum berharap semoga pembelaan kuasa hukum bisa dikabulkan majelis hakim.

“Kita minta di pledoi itu minta keringanan, karena terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya di depan sidang. Kita berharap majelis hakim yang mulia memperhatikan hal ini,” pungkasnya.

Sekedar diingat, hanya gegara rokok, terjadi perkelahian berdarah dua pemuda Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Sendi (19) nekat menghabisi nyawa rekannya, Ashar. Sekarang, dia diperhadapkan dengan ancaman Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Inggrid Louhenapessy, di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (18/8).

Terhadap tindakan Sendi itu, JPU Kejari Ambon menuntutnya dengan tuntutan 10 tahun penjara di depan Majelis Hakim yang diketuai Lutfi Alzagladi. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Herberth Dadiara.

Dalam amar tuntutan jaksa, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3 KUHP.

JPU dalam amar tuntutannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 22 Maret 2021, tepatnya di depan rumah keluarga Sany Taullu, di Kawasan Hative Kecil.

Awalnya, korban Ashar alias Ashar pergi menemui terdakwa dan saksi Benjamin Kumbangsila yang sedang miras di TKP.

Saat datang, korban meminta sebatang rokok kepada terdakwa. Karena sudah tidak ada rokok, korban geram, lalu memukul terdakwa beberapa kali menggunakan kepalan tangan.

Tidak terima dengan tindakan korban, terdakwa kemudian mengambil sebilah pisau lalu melayangkannya ke perut korban. Saat itu, korban langsung tergeletak di tanah.

Korban kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Maluku, untuk mendapat pertolongan medis. Sayangnya, saat sampai di RS, korban tidak sadarkan diri hingga meninggal dunia. (SAD)

Comment