by

Pelaku Hoaks Dampak Vaksin Diringkus

beritakotaambon.com – Pelaku penyebar berita bohong atau hoaks tentang dampak buruk vaksin Covid-19 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), GY, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres MBD.

27 Mei 2021 lalu, GY diakun facebooknya mengunggah status “yang sudah disuntik vaksin masa hidupnya hanya tiga tahun”.

Postingan GY tersebut direspon oleh beberapa warga, dengan berbagai komentar. Sehingga berbuntut laporan Polisi oleh Wilson Zacarias Pooroe, pada 30 Mei lalu.

Kasat Reskrim Polres MBD, AKP Sulaiman, mengatakan, berdasarkan laporan tersebut Satreskrim Polres MBD kemudian melakukan penyelidikan terhadap pelaku sejak 8 September lalu, kemudian menetapkan GY sebagai tersangka dan dilakukan penahanan terhadapnya.

Menurut AKP Sulaiman, postingan status GY diakun facebooknya diduga sebagai bahasa yang menghasut masyarakat, untuk tidak mengikuti program pemerintah dalam memberantas Covid-19.

Baca juga: Polres MBD Diminta Serius Tangani Kasus Perjudian

“Dari penyelidikan tersebut, kita menemukan bukti satu unit HP milik pelaku, kemudian lima lembar hasil screnshoot postingan pelaku dan keterangan beberapa saksi ahli, baik ahli bahasa dari Universitas Pattimura dan tenaga kesehatan dan ahli ITE,” jelas AKP Sulaiman, dalam konferensi pers yang digelar di ruang rapat Mako Polres MBD, Kamis (16/9).

Pasal yang digunakan menjerat tersangka, yakni, pasal 45A ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan atau pasal 14 ayat (1) dan (2). Kemudian pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan minimal 2 tahun penjara.

Terpisah, kuasa hukum tersangka GY, Hernanto Permelai Permaha, mengatakan, dirinya akan melalukan upaya hukum dalam persoalan tindak pidana hoax yang menimpa kliennya.

“Pada prinsipnya, saya tetap mengarahkan kepada klien saya yang dalam ini adalah GY, yakni tersangka, untuk tetap bersikap kooperatif dan patut terhadap segala proses hukum. Akan tetapi, terkait dengan substansi permasalahanya, asumsi kami, bahwa kasus tersebut terkesan tergesa-gesa untuk ditetapkan sebagai tersangka, jika dilihat dari rentang waktu, baik dari tahapan penyelidikan hingga penetapan dan penahanan,” ungkapnya.

Karana itu, lanjut Hernanto, untuk mendapatkan kepastian hukum yang seadil-adilnya, dia akan melakukan permohonan pengangguhan penanganan, serta permintaan untuk proses kasus tindak pidana hoaks tersebut dapat diselesaikan secara mediasi.

Baca juga: Polres MBD Diminta Serius Tangani Kasus Perjudian

Selain itu, tambahnya, 1 Juni lalu, kliennya juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat MBD, yang merasa dirugikan oleh postingannya tersebut.

Untuk itu, Hernanto meminta Polres MBD untuk mempertimbangkan upaya tersangka dalam mengklarifikasi persoalam tersebut.(GEM)

Comment