by

Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur Dilimpahkan

Ambon, BKA- Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Pulau Buru, melimpahkan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Kamis (18/3).

Pelimpahan tersebut dilakukan setelah berkas kasus itu dinyatakan lengkap atau P21, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buru.

Kasus ini terjadi di Jalan Bunga Cengkeh, belakang SD Negeri 1 Namlea, pada November 2020 lalu. Sementara korban berinisial AT, masih anak dibawah umur, yakni, 16 tahun.

Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda MYS. Djamaludin, mengatakan, pelaku kasus pencabulan, yakni, MNK alias Nonong (20), warga Desa Namlea, Kecamatan Namlea.

“Hari ini kami melakukan tahap II kasus tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur, yakni, barang bukti dan tersangka bernama MNK kepada tim jaksa penuntut umum,” kata Djamaludin, kepada BeritaKota Ambon, diruang kerjanya, Kamis (18/3).

Djamaludin menjelaskan, kasus ini terjadi kurang lebih lima bulan lalu sejak dilaporkan, dan pelakunya diamankan pada 20 November 2020 lalu.

“Tersangka itu sudah ditahan selama 118 hari dan berkasnya dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, maka wajib hukumnya penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti,” ujar dia.

Pelaku melakukan persetubuhan terhadap pacarnya sendiri, yang masih berusia 16 tahun. Hal itu dilaporkan ke kepolisian, setelah keduanya tepergok sedang berada di dalam kamar.

Nonong bahkan sempat mengancam saksi, yang melihatnya melakukan perbuatan tidak terpuji itu selama dua minggu. Pelaku ditahan November lalu, setelah saksi melaporkan kejadian tersebut.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah, Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal 760 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Itu dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal itu 15 tahun penjara. Karena dengan bujuk rayunya, dia (pelaku) melakukan persetubuhan. Itu kan tidak boleh, dilarang karena undang-undang melarang,” pungkasnya. (MSR)

Comment