by

Pelaku Pungli Akan Ditindak Tegas

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengancam menindak tegas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang coba-coba melakukan pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat, dengan memanfaatkan fungsinya sebagai abdi negara.

Ancaman itu disampaikan Walikota Ambon, menyusul adanya dugaan salah satu oknum ASN dilingkup Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, yang dengan sengaja memanfaatkan jabatannya untuk menarik pungli dari sejumlah pedagang yang ingin menempati lapak di Pasar Gotong Royong.

Walikota Ambon dua periode itu mengungkapkan, tidak ada biaya dibebankan kepada pedagang yang akan menempati Pasar Gotong Royong. Karena memang pasar itu memang dipersiapkan bagi pedagang yang lapaknya dibongkar akibat rencana revitalisasi Pasar Mardika.

Jika benar, lanjutnya, bila ada oknum ASN lingkup Pemkot Ambon yang sengaja melakukan pungli terhadap pedagang, maka harus dilaporkan secara detail. Sehingga tidak salah dalam memberikan sanksi.

Memang dia belum bisa mengambil langkah tegas kepada oknum ASN Disperindag Kota Ambon itu, sebab belum ada laporan resmi yang disampaikan kepada dirinya.

Walau begitu, dia mengaku sudah mendengar informasi adanya oknum ASN yang melakukan pungli terhadap pedagang. Tapi belum ada bukti yang kuat, kalau Oknum ASN itu melakukan pungli.

“Saya juga dengar laporan itu. Saya juga dengar informasi itu. Tapi saya tidak diberikan laporan secara resmi. Kalau ada laporan masuk ke saya, saya bisa tindaki,” tegas Louhenapessy, kepada wartawan, Jumat (11/12).

Menurutnya, laporan bisa disampaikan kepada dirinya melalui pesan Whatsapp. Kalau ada, maka oknum ASN tersebut akan ditindak. Tetapi buktinya harus jelas dan akurat.

“Saya punya sikap sudah jelas toh, seluruh lapak itu gratis. Tidak ada yang bayar. Jadi kalau ada yang bayar, itu berarti pungli. Itu lapor ke saya, kirim ke saya sumber jelas. Saya suruh konfirmasi. Saya minta inspektorat periksa untuk itu. Tetap tindak lanjuti. Masa tidak tindak lanjuti. Pokoknya enggak boleh lah kita menghianati. Ini soal kepentingan bersama,” pungkasnya. (BKA-1).

Comment